KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 1.169 mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) resmi diterjunkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026.
Dalam pelepasan tersebut, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menitipkan pesan agar mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang berdampak bagi masyarakat desa.
Pelepasan mahasiswa KKN berlangsung di Lapangan Rektorat Universitas Kuningan, Senin (13/7). Ribuan mahasiswa dari lima fakultas tersebut akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan, mulai 13 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Para mahasiswa akan ditempatkan di 60 desa yang tersebar di 24 kecamatan pada enam kabupaten, yakni Kuningan, Cirebon, Majalengka, Ciamis, Brebes, dan Indramayu.
Rektor Universitas Kuningan, Anna Fitri Hindriana, mengatakan KKN tahun ini mengusung tema “Akselerasi Berdampak Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Inovasi Lingkungan, Digitalisasi UMKM, dan Literasi Terintegrasi.”
Menurutnya, tema tersebut menjadi arah bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi melalui berbagai program, mulai dari penguatan inovasi lingkungan, digitalisasi UMKM, hingga peningkatan literasi pendidikan, ekonomi, kecerdasan buatan (AI), dan hukum.
“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang bagi mahasiswa untuk hadir bersama masyarakat, memahami persoalan, dan memberikan solusi berkelanjutan,” ujar Anna.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi peran Uniku yang konsisten menjadikan KKN sebagai sarana pengabdian sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya menyampaikan penghargaan kepada sivitas akademika Universitas Kuningan yang terus menjadikan KKN bukan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai ruang pengabdian nyata kepada masyarakat,” kata Dian.
Bupati berpesan agar mahasiswa mampu memahami kondisi desa dengan cara membangun komunikasi yang baik bersama masyarakat.
Ia meminta mahasiswa tidak hadir dengan pola menggurui, melainkan menjadi mitra yang mampu menawarkan solusi sesuai kebutuhan warga.
“Jangan datang ke desa untuk menggurui. Datanglah dengan rendah hati, dengarkan persoalan masyarakat, lalu hadirkan solusi yang sederhana namun bermanfaat,” tegasnya.
Dian juga mendorong mahasiswa ikut membantu percepatan digitalisasi UMKM, peningkatan literasi masyarakat, pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta penerapan teknologi sederhana yang mudah diterapkan warga.
Menurutnya, berbagai inovasi dapat dikembangkan selama KKN, seperti pemanfaatan limbah eceng gondok sebagai media tanam terapung hingga penerapan konsep rumah hemat energi yang ramah lingkungan.
Ia berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater, menghormati budaya masyarakat setempat, serta menjadikan warga desa sebagai mitra dalam setiap program yang dijalankan.
“KKN merupakan jembatan antara dunia kampus dengan kehidupan nyata. Ilmu yang dimiliki akan bernilai apabila mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pelepasan ditandai dengan penyematan atribut KKN secara simbolis oleh Bupati Dian kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda dimulainya pengabdian di tengah masyarakat. (Angga)








































































































Discussion about this post