KAB.CIREBON, (FC).- Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) menerima kunjungan tim visitasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam rangka asesmen lapangan kesiapan pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mendukung percepatan pemenuhan tenaga dokter gigi yang kompeten dan merata di Indonesia.

Visitasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Cirebon, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan, Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan, pimpinan UBHI, serta tim pendamping akademik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad).

Hadir pula jajaran direksi RSUD Gunung Jati, Ketua PDGI Ciayumajakuning, dan sejumlah pimpinan klinik kesehatan yang akan menjadi mitra wahana praktik mahasiswa.

Plh. Rektor UBHI, Cecep Heriana, mengatakan, pendirian Fakultas Kedokteran Gigi bukan sekadar penambahan program studi, melainkan bentuk komitmen institusi dalam menjawab kebutuhan tenaga medis gigi, khususnya di wilayah Jawa Barat bagian timur.

“Pendirian Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Bhakti Husada Indonesia merupakan manifestasi visi besar kami untuk menjawab tantangan kelangkaan tenaga medis gigi. Dengan pendampingan FKG Unpad serta dukungan RSUD Gunung Jati dan klinik mitra, kami siap mencetak dokter gigi yang unggul secara akademik, terampil, adaptif, dan memiliki empati tinggi kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (12/7).

Menurutnya, UBHI telah menyiapkan berbagai aspek penting, mulai dari infrastruktur, kurikulum, hingga tata kelola akademik agar sesuai dengan standar pendidikan kedokteran gigi nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menyatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembukaan FKG UBHI karena diyakini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

“Kehadiran Fakultas Kedokteran Gigi UBHI tidak hanya memperkuat akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat, tetapi juga mendorong Cirebon menjadi pusat pengembangan pendidikan dan inovasi kesehatan di Jawa Barat. Ini menjadi investasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah,” katanya.

Dari sisi regulator, perwakilan Direktorat SDM Kesehatan Kemenkes RI, Anna Kurniati, menjelaskan bahwa visitasi dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan pembukaan program studi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah.

“Visitasi ini bertujuan memvalidasi kesiapan UBHI, mulai dari ketersediaan dosen, kurikulum, sarana pembelajaran, hingga wahana praktik klinik. Dengan pendampingan FKG Unpad, kami optimistis FKG UBHI mampu melahirkan dokter gigi yang berkualitas dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di masa depan,” ungkapnya.

Usai sesi pemaparan, tim visitasi melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas yang telah disiapkan UBHI, di antaranya laboratorium pre-klinis, skill lab, ruang kuliah, ruang diskusi tutorial, serta fasilitas pendukung di rumah sakit dan klinik jejaring yang akan digunakan sebagai wahana pendidikan profesi.

Rangkaian visitasi ditutup dengan diskusi panel yang menghasilkan sejumlah rekomendasi penyempurnaan.

UBHI menyatakan siap menindaklanjuti seluruh masukan dari tim asesor sebagai bagian dari percepatan proses perizinan operasional Fakultas Kedokteran Gigi agar dapat segera menerima mahasiswa baru dan berkontribusi dalam pemenuhan sumber daya manusia kesehatan di Indonesia.(Angga)