KOTA CIREBON, (FC).- Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang merupakan pajak daerah, yang menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi Pemkot Cirebon.
Adapun penerimaan dari PBB dapat digunakan untuk membiayai berbagai program dan pembangunan pemerintah, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan publik lainnya.
Pendapatan dari PBB ini sangat penting dalam mendukung berbagai proyek pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Hal ini diungkapkan Camat Kesambi Eko Budiyanto, Sabtu (4/7).
Eko yang juga mantan Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon ini menuturkan, dana yang terkumpul dari wajib pajak secara langsung dialokasikan untuk membiayai berbagai fasilitas umum, mulai dari perbaikan jalan, jembatan, hingga penyediaan penerangan jalan.
“Penerimaan PBB digunakan untuk mendukung operasional fasilitas pendidikan, pembangunan sekolah baru, serta peningkatan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit daerah,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Eko mengimbau kepada warga Kecamatan Kesambi, agar segera membayar PBB, juga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dengan begitu, warga telah berpartisipasi dalam pembangunan Kota Cirebon dan Jawa Barat.
Diinformasikan Eko, Pemkot Cirebon telah mengambil langkah dengan menurunkan tarif NJOP PBB-P2. Langkah ini diambil sebagai respons atas aspirasi warga yang menginginkan kebijakan yang lebih berkeadilan.
“Pemkot Cirebon ingin memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan tanpa harus membebani masyarakat. Dengan menurunkan tarif NJOP, kami berpihak pada rakyat agar mereka merasa ringan dalam menunaikan kewajibannya,” ujar Eko.
Pemerintah Kota Cirebon juga terus mempermudah akses pembayaran melalui berbagai kanal digital dan perbankan agar warga tidak perlu mengantre lama. Kemudahan layanan ini menjadi komitmen Pemkot untuk menciptakan ekosistem perpajakan yang modern, akuntabel, dan transparan.
“Pajak kita adalah wajah pembangunan Kota Cirebon yang lebih setara dan berkelanjutan,” tandasnya. (Agus)










































































































Discussion about this post