KUNINGAN, (FC).- Kawasan Taman Pandapa Paramartha dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ikon wisata kuliner dan sentra UMKM di Kabupaten Kuningan.
Dengan letaknya yang strategis di jantung kota, kawasan tersebut dinilai mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat jika ditata secara terencana dan berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan pengamat politik dan kebijakan publik, Edi Nugraha, saat ditemui usai berolahraga di kawasan Pandapa Paramartha, Minggu (31/5).
Menurutnya, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan tersebut seharusnya tidak hanya dipandang sebagai persoalan ketertiban, melainkan sebagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
“Pandapa memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi pusat aktivitas masyarakat. Jika ditata dengan baik, kawasan ini bisa berkembang menjadi ikon kuliner dan pusat UMKM yang membanggakan Kuningan,” ujarnya.
Edi menilai penataan PKL perlu dilakukan melalui konsep yang lebih terintegrasi agar aktivitas perdagangan dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi ruang publik maupun kelancaran lalu lintas.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyediakan area khusus bagi pelaku UMKM dengan desain lapak yang seragam dan tertata.
Menurutnya, stand berukuran sekitar 2,5 hingga 3 meter dapat dibangun di dalam kawasan taman sehingga para pedagang memiliki tempat usaha yang layak tanpa memanfaatkan trotoar maupun badan jalan.
Dengan konsep tersebut, kawasan Pandapa akan terlihat lebih rapi, nyaman, dan menarik bagi pengunjung. Selain mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, penataan yang baik juga dapat memperkuat citra kawasan sebagai ruang publik modern yang ramah bagi warga.
Edi juga mengusulkan agar area pagar yang mengelilingi taman dimanfaatkan sebagai bagian dari kawasan UMKM terbuka. Penambahan elemen dekoratif dan pencahayaan pada malam hari dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih hidup serta meningkatkan daya tarik kawasan.
“Jika ditata dengan pencahayaan yang menarik dan stand UMKM yang rapi, Pandapa bisa menjadi destinasi kuliner malam yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan,” katanya.
Selain kawasan taman, penataan serupa dinilai perlu dilakukan terhadap PKL yang berjualan di sekitar area samping masjid.
Pemerintah daerah, menurutnya, dapat menyiapkan lokasi khusus serta melakukan pengaturan lalu lintas agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Ia menegaskan, keberhasilan penataan kawasan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor pariwisata, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena itu, Edi berharap pemerintah daerah mulai merancang pengembangan kawasan perkotaan yang mampu mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat secara tertib, estetik, dan berkelanjutan.
“Pandapa adalah salah satu wajah Kuningan. Jika dikelola secara serius, kawasan ini bisa menjadi ruang publik yang produktif sekaligus pusat kuliner dan UMKM yang menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya. (Angga)











































































































Discussion about this post