Dijelaskan Iyus, pada APBDes 2020, Desa Cikulat mendapatkan alokasi DD sekitar Rp1,2 miliar dan dialokasikan untuk penanganan dampak Covid-19 sebanyak 35 persen atau sebesar Rp 446.400.000. Jika direalisasikan sesuai dengan regulasi dari Kemendes PDTT hanya bisa dialokasikan untuk membantu 248 KK saja.
Namun, dalam pelaksanaan Musdesus disepakati bersama jika angka alokasi untuk BLT DD diperuntukkan 1.361 KK, sehingga per KK akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 109 ribu perbulan selama 3 bulan.
Namun dalam Musdesus tersebut disepakati untuk menggenapkan agar per KK memdapatkan Rp 120 ribu perbulan selama 3 bulan. Siltap seluruh perangkat Desa Cikulak dipotong 50 persen selama 3 bulan ditambah bantuan dari donatur tokoh masyarakat Desa Cikulak.
“Awalnya jika dibagi 1.361 KK hanya mendapatkan sekitar 100 ribu lebih, kemudian ada masyarakat yang mau ikut membantu dengan mendonasikan, dan untuk menggenapkan agar per KK bisa mendapatkan Rp120 ribu maka perangkat desa sepakat akan mendonasikan siltapnya selama 3 bulan untuk tambahan BLT DD,” jelasnya.
Sementara Camat Waled, H. Hamim mengungkapkan, hampir semua desa di Kecamatan Waled berencana mengalokasikan BLT DD-nya dilakulan pemerataan, mengingat masih banyaknya warga miskin dan terdampak pandemi Covid-19 yang masih belum terakomodir.















































































































Discussion about this post