“Dari kekerangan saksi lain mengatakan, sekira 6 pagi, korban berangkat ke lokasi sawahnya untuk menebar padi. Selain itu korban mempunyai riwayat penyakit darah tinggi setiap hari suka minum obat yang dibelinya dari warung,” ucapnya.
Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Plumbon yang datang di rumah kediaman Korban dan langsung melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP Penanganan Covid-19.
“Berdasarkan Keterangan tim medis setelah melakukan pemeriksaan bahwa pada tubuh korban tidak ada tanda kekerasan atau tanda tanda yang mencurigakan,” ujar Sukenda
Masih dikatakannya, atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima kematian korban, bahkan dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan di atas materai. “Dugaan kami kematiannya karena dia memiliki riwayat penyakit yang di deritanya,” katanya. (Agus)















































































































Discussion about this post