“Dengan berkolaborasinya dari seluruh elemen masyarakat, ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa, karena semua pihak memiliki peran dan fungsi sesuai kapasitas dan kapabilitas dalam memerangi virus mematikan ini,” tutur Sekretaris DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, H Asep Eka Mulyana, yang menurutnya bahwa wacana bupati akan melakukan dialog terbuka sebagai bentuk sosialisasi dan transparansi penanganan Covid-19 di Majalengka ini, sesungguhnya hal yang sangat baik.
Setidaknya, kata dia, ada dua manfaat yang akan diperoleh. Pertama, Gugus Tugas berkesempatan menjelaskan segala sesuatu yang sudah dilakukan terkait konsep penangananya serta dampak yang ditimbulkan, baik sosial maupun ekonomi.
Kedua, gugus tugas menyerap informasi konstruktif sebagai bahan koreksi dan evaluasi yang harus simultan dilakukan selama masa pandemi ini berlangsung.
“Harus dipahami, bahwa adanya polemik penanganan Covid-19 di Majalengka menjadi salah satu bukti, bahwa masyarakat peduli dan memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan Gugus Tugas,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka ini.















































































































Discussion about this post