Kemudian pada 2015, pembangunan sarana olahraga tersebut kembali dilanjutkan dengan pengerjaan tribun bagian utara, selatan, barat, dan timur serta pembangunan lapangan, sebanyak Rp20 miliar.
Di 2016, Provinsi Jawa Barat kembali menggelontorkan dana sebesar Rp30 miliar dan Rp50 miliar pada 2017, namun pada 2017 hingga 2019 pertengahan terhenti karena bersamaan dengan penyelenggaraan Pilkada.
Pada 2019, pembangunan stadion kembali dilanjutkan dengan anggaran sebesar Rp50 miliar dari APBD Provinsi dan Rp30 miliar dari APBD Kabupaten.
Dalam pengerjaan terakhir, dibuat struktur, kolom bulat, tribun, pekerjaan lantai, plafon, saniter,pekerjaan kacas stop, pekerjaan menikal, dan elektrikal. Pembangunan terakhir itu dilakukan oleh PT Azabanar dengan nilai sebesar Rp44.6 miliar dan PT Arafah Alam Sejahtera, Rp32,7 miliar. (Ghofar)















































































































Discussion about this post