Tadinya (rencananya) dua tahun yang lalu itu. Cuma terkendala sama covid. Ada recofusing anggarannya. Makannya baru tahun ini,” ujar Karna, belum lama ini.
Anggaran untuk pembangunan hutan kota sendiri, kata Karna, sudah disiapkan sebesar Rp10 miliar. Bahkan, orang nomor satu di kota angin saat itu menyebut sudah memasuki tahap lelang dan siap mulai dibangun pada bulan April 2023 kemarin.
Namun hingga kini belum ada tanda-tanda dimulainya proses pembangunan di eks pasar lama yang berlokasi di Jalan KH Abdul Halim, tepatnya di seberang Kantor BPR Majalengka Kota itu.
Adapun hutan kota yang akan dibangun nantinya berkonsep arboretum yang dilengkapi dengan tandon air dan kolam renang.
Di sana juga rencananya akan ditanam berbagai pepohonan termasuk pohon langka.
“Ini merupakan upaya Pemkab Majalengka dalam memenuhi ruangan terbuka hijau di wilayah perkotaan, sekaligus sebagai kantong resapan air serta mampu menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan,” jelas Karna. (Munadi)















































































































Discussion about this post