KAB. CIREBON, (FC).- Berawal dari salah satu siswa SMPN 1 Kedawung, menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Kedawung, dan hasilnya siswa tersebut positif terpapar Covid-19.
Pihak Puskesmas Kedawung langsung, memanggil 25 persen dari siswa dan guru pengajar sekolah SMPN 1 Kedawung untuk dilakukan tes swab.
Hal itu guna mengetahui apakah ada siswa lain yang terpapar ataukah tidak. Namun hasilnya kebanyakan positif.
Pihak Kepala Sekolah, Yeni Suryani menjelaskan, bahwa setelah mendapatkan kabar hasil swab dari Puskesmas Kedawung, pihaknya langsung memberlakukan pembelajara jarak jauh (PJJ) untuk semua siswa-siswi kelas 7-9.
“Langkah yang sudah kami lakukan adalah, pertama sekolah atau kelas yang siswanya terpapar Covid-19 langsung kita liburkan dan langsung kita berlakukan PJJ,” kata Yeni saat dihubungi FC melalui telepon selularnya, Rabu (23/2).
Disampaikan Yeni, semua pelajar dan guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya memastikan semua dalam kondisi yang sehat dan mereka menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
“Kita sudah menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka atau PTM di SMPN 1 Kedawung. Kalau kapan melaksanakan kembali kegiatan PTM, kita menunggu sampai ada pemberitahuan selanjutnya,” katanya.
Terkait adanya beberapa siswa-siswi dan staf pengajar SMPN 1 Kedawung yang positif terpapar Covid-19, pihak Disdik Kabupaten Cirebon, menerapkan pembelajaran jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus corona dan wabah Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Denny Supdiana menjelaskan, adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah.
Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.
“Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti gurunya hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya. Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Walaupun belajar dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing,” ungkap Denny.
Sementara itu, Kabid Pendidikan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Amin menegaskan di Kabupaten Cirebon belum memberlakukan PJJ menyeluruh. Baru di SMPN 1 Sumber saja.
“Itu (SMPN 1 Sumber,-red) sudah sejak Senin kemarin dilakukan PJJ. Demi memutus mata rantai. Minggu depan sudah normal lagi,” kata Amin, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Pihaknya tidak bisa menerapkan aturan PJJ secara menyeluruh. Karena patokannya bukan dari Disdik, melainkan berdasarkan peningkatan status Kabupaten Cirebon.
Saat ini, Kabupaten Cirebon sendiri statusnya sudah di level 3. Harusnya, sudah diberlakukan PJJ. Tapi, asumsinya masih di level 2.
“Kita akan menerapkan PJJ menyeluruh se-Kabupaten Cirebon kalau status levelnya naik, ke level 3 atau 4,” katanya.
Sehingga, berdasarkan asumsi itu (level 2,-red) PJJ yang dilaksanakan hanya 50 persen saja. “Untuk SMP se Kab Cirebon sih, 50 persen PJJ, 50 persen tatap muka. Ada dua sekolah yang menerapkan PJJ total. Salah satunya SMPN 1 Sumber. Karena guru dan siswanya terpapar,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan SD pada Disdik, Herry Purnama menjelaskan, ditingkatan SD sesuai dengan ketentuan, dinas menerapkan 50 persen PJJ, dan 50 persen KBM tatap muka. Tetapi praktek di lapangan banyak yang menerapkan KBM tatap muka 100 persen.
Baru-baru ini, pihaknya menerima laporan dari Kepala SDN 1 Plumbon. Bahwa di sana, ada 6 siswanya dinyatakan positif Covid-19. “Tadi ada kepala sekolah SDN 1 Plumbon yang meminta arahan ke kita, karena ada 6 orang disana yang terkonfirmasi positif,” kata Harry.
Pihaknya menyarankan kepada kepala sekolah agar konsultasi kepada puskesmas setempat terlebih dulu, untuk langkah selanjutnya. Dinas masih mengacu pada PPKM level 2.
Dinas pendidikan belum mengetahui kalau Kabupaten Cirebon saat ini berada di level 3. Saat ini, di SD pun masih memberlakukan PJJ terbatas.
Karena asumsinya Kabupaten Cirebon statusnya masih di level 2. Memang sebelumnya, kata dia, ada yang dinyatakan positif di Pasaleman, Ciwaringin dan Talun. Tapi, saat ini sudah dinyatakan negatif.
“Di Talun kan itu gurunya positif. Tapi sekarang sih sudah negatif. Itu pas awal-awal,” pungkasnya. (Herman/Job/FC)















































































































Discussion about this post