KAB. CIREBON, (FC).- Elang Bima Razak yang lahir prematur di RS Permata Cirebon dengan berat badan 1.4 kilogram dengan panjang 39 centimeter ini membutuhkan biaya cukup besar. Anak pertama dari pasangan Mohamad Abdul Rozak (24) dan Safitri Gantina (30) yang tinggal di Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung masih mendapatkan perawatan insentif di ruangan NICU RS Permata.
Pasalnya, bayi yang lahir dari kehamilan kurang dari 37 minggu atau prematur memang kerap membutuhkan perawatan intensif karena risikonya yang tinggi dan biaya perawatan sebulan mencapai Rp 70-80 juta.
Sebagai orang tua, Rozak tidak tega melihat keadaan anak pertamanya seperti ini. Tapi dia cuma bisa berdoa, semoga dirinya diberi kekuatan memberikan yang terbaik untuk anaknya.
“ Saya berharap anak saya (Bima,-red) tumbuh jadi anak yang sehat dan berbakti pada orang tua,” kata Rozak kepada FC, Selasa (22/2).
Kedua orang tua Bimas, masih berusaha keras untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini pada pihak RS Permata. Mereka pun menanti uluran tangan para dermawan untuk menyelesaikan adminitrasi ke pihak RS.
“ Sampai sekarang untuk biaya perawatan Bima sudah mencapai kurang lebih 70 juta. Sebagai orangtua kami masih bingung untuk bisa menyelesaikan semua administrasi pada pihak RS,” ucapnya.
Ia mengaku, isterinya baru menyimpan deposit yang masih dinilai sangat kurang dibanding pasien lain nya, dikarenakan keadaan keuangan. Dikatakanya, selama 4 hari, Fitri (istrinya) dirawat di rumah sakit. Dan sekarang sudah di rumah sejak tanggal (6/2) lalu, sedangkan Bima masih dalam perawatan insentif di ruangan NICU RS Permata Cirebon.
“Fitri masih terbaring lemas di rumah, karena harus memulihkan diri dulu,” katanya.
Yang membuat Rozak bersemangat adalah anaknya tampak aktif meskipun ukurannya jauh lebih kecil ketimbang bayi-bayi yang lahir di usia kehamilan cukup bulan. Meskipun berbagai alat ditempel di tubuh kecilnya, Bima masih aktif seolah menunjukkan semangat hidupnya yang begitu besar.
“Saya sekarang masih berusaha keras untuk anak yang masih berada di ruangan NICU, dan mengurus kepesertaan BPJS bagi Bima. Untuk keperluan biaya perawatan lainnya, saya coba menggalang dana. Karena saya ingin berusaha semaksimal, demi kesehatan Bima kedepannya,” tutur Rozak.
Rozak menjelaskan, pihak RS Permata Cirebon, selama ini sudah sangat maksimal dalam hal pelayanan, walaupun untuk persyaratan BPJS Bima masih dalam proses pembuatan. Bagi dermawan yang ingin membantu perawatan NICU Bima, bisa menghubungi 081395226698 atau Rekening BCA 1341887432 a/n Muhamad Abdul Rozak .
“Dengan keadaan ekonomi yang belum stabil, dan keadaan saya masih belum ada pekerjaan, sedangkan isteri juga hanya Ibu rumah tangga biasa, semoga dengan adanya penggalangan dana bisa untuk membantu dalam pembiayaan Bima,” harap Rozak.
Sementara itu, menurut pihak RS Permata, perawatan Bima di ruang NICU masih berjalan, sambil menunggu kepesertaan BPJS Bima selesai dibuat.
“Kalau kartu kepesertaan BPJS Bima udah jadi, dan masih dalam perawatan intensif di NICU, nanti yang di cover oleh BPJS terhitung kartu BPJS nya telah aktif,” tutur Kasir RS Permata, Putri pada FC, Selasa (21/2). (Herman)















































































































Discussion about this post