MAJALENGKA, (FC).- Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka melakukan kebijakan lockdown atau ditutup sementara, pasca adanya sepuluh pegawai positif Covid-19 berdasarkan hasil Test PCR.
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Lilis Yuliasih mengatakan, penutupan sementara kantor dinas pendidikan dilakukan selama 5 hari. Terhitung, mulai 21-26 Februari. Penutupan di Disdik ini sebagai upaya untuk memutus matarantai penyebaran Covid -19.
“Ya benar Kantor Disidik ditutup sementara selama lima hari kedepan. Namun tidak menutup kemungkinan lockdown ini bisa diperpanjang. Karena kita menggunakan sistem tes surveilans epidemiologi, yang mana ada 2 kali tes, hasilnya baik yang positif maupun negatif harus isolasi mandiri,” ujar Lilis kepada saat dihubungi via sambungan teleponnya, Selasa (22/2).
Lilis menjelaskan, dari jumlah pegawai yang terpapar tersebut, terdiri dari seorang kabid dan dua kasi. Sisanya, yakni staf yang bekerja di lingkungan dinas pendidikan.
“Jadi dalam pemeriksaan dua kali tes itu, jika dua-duanya hasilnya positif, isolasi mandiri nya lebih lama, yakni 14 hari. Mereka sekarang isolasi mandiri di rumah masing-masing dan sementara pelayanan melalui online,” ucapnya.
Menurutnya, pasca penutupan kantor Disdik, pihaknya mengaku langsung melakukan koordinasi ke dinas terkait. Dinas Kesehatan pun langsung menindaklanjuti dengan melakukan tracing dan penyemprotan cairan disinfektan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Harizal F Harahap menyampaikan, selain kantor Disdik, ada beberapa kantor dinas lainnya yang melakukan hal yang sama. Hal itu imbas dari adanya pegawai yang positif Covid-19.
“Kalau WFH saya kurang hapal, tapi yang dilaporkan adanya pegawai yang positif itu ada beberapa pejabat maupun staf di dinas-dinas yang lain, sebagai contoh ada di Dinas UKM, Dispora, yang saya tahu seperti itu,” jelas Harizal.
Sementara itu, sebagian tenaga pendidik yang bertugas di daerah tidak semuanya mengetahui bahwa Kantor Disdik Lockdown sementara karena pegawainya ada yang terpapar Covid – 19. Mereka diantaranya seorang pendidik dari Kecamatan Sumberjaya yang akan menemui salah satu Kabid di Disdik tersebut. Namun saat pas di depan pintu terpapang pengumuman bahwa kantor Disdik ditutup sementara selama 5 hari atau lockdown.
“Saya dari salah satu SD di Kecamatan Jatiwangi mau ada keperluan dengan salah satu pejabat di Disdik, cuman karena Disdik nya lockdown, ya udah balik lagi,” pungkas seorang guru yang namanya tidak mau disebut. (Munadi)















































































































Discussion about this post