KAB. CIREBON, (FC).- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana mengapresiasi kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah yang dilakukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon di Gedung PGRI Kab. Cirebon, Selasa (22/2).
Diungkapkan Heviyana, pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Cirebon rutin melakukan donor darah setiap tiga bulan sekali. Kegiatan tersebut sangat membantu PMI Kabupaten Cirebon untuk menambah ketersediaan kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cirebon.
“Beberapa waktu yang lalu PMI Kabupaten Cirebon dalam hal ini UTD mengalami penurunan ketersediaan darah. Saat ini Alhamdulillah melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak secara bertahap kebutuhan darah di UTD PMI Kabupaten Cirebon dapat terpenuhi,” kata Heviyana di sela – sela kegiatannya meninjau pelaksanaan Bhakti Sosial Donor Darah yang dilakukan pengurus PGRI Kabupaten Cirebon.
Dijelaskannya, kebutuhan darah di UTD PMI Kabupaten Cirebon setiap bulan mencapai 3.000 hingga 4.000 labu. Jumlah tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Cirebon, akan tetapi se wilayah III Cirebon bahkan ada juga dari kota – kota besar baik di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
“UTD PMI Kabupaten Cirebon sudah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, artinya kualitas darah yang diproduksi oleh UTD PMI Kabupaten Cirebon sudah sesuai dengan standar kesehatan. Sehingga, tidak hanya dari Kabupaten Cirebon saja yang membutuhkan darah akan tetapi dari kota lain pun datang ke PMI Kabupaten Cirebon untuk meminta darah,” jelasnya.
Dirinya berharap, komunitas – komunitas yang lain pun bisa menggelar acara donor darah seperti PGRI. Banyak manfaat dengan digelarnya donor darah. Tidak hanya membantu orang lain yang perlu darah, akan tetapi untuk pendonor pun ada manfaatnya.
“Saat diambil darahnya, darah pendonor akan terganti dengan darah yang baru. Artinya darah yang mengalir di tubuh pendonor selalu segar. Apalagi jika dilakukan secara rutin tiga bulan sekali, darah dalam tubuh pendonor selalu darah segar,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Yeyet Nurhayati mengatakan, sejak dirinya terpilih sebagai Ketua PGRI Kabupaten Cirebon tahun 2020 lalu dirinya melakukan kegiatan donor darah secara rutin, tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa peduli anggota dan pengurus PGRI kepada orang-orang yang membutuhkan.
“Kami punya keyakinan ketika kita menolong seseorang yang dalam kesulitan, suatu saat kita pun akan ada orang yang menolong di saat kita dalam kesulitan. Meskipun pertolongan tadi bukan dari orang yang kita tolong secara langsung,” katanya.
Tidak hanya donor darah, tambahnya, pengurus PGRI Kabupaten Cirebon pun mempunyai dana donasi yang penggunaannya diperuntukan ketika terjadi bencana, baik di Kabupaten Cirebon maupun di luar wilayah Kabupaten Cirebon.
“Saat terjadi bencana di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur, PGRI Kabupaten Cirebon mengirimkan bantuan. Begitu pun yang terjadi di Desa Gunungsari dan Desa Mekarsari Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon turut membantu meringankan beban warga setempat,” ujarnya.
Dirinya berharap kegiatan – kegiatan sosial yang saat ini dilakukan oleh pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Cirebon dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cirebon khususnya bagi warga yang membutuhkan.
“Mudah-mudah kegiatan kami bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Kami selaku pengurus mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan anggota PGRI yang sudah ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan,” pungkasnya. (Bagja)















































































































Discussion about this post