KAB. CIREBON, (FC).- Beredarnya daging babi yang dibuat sedemikian rupa menyerupai daging sapi di daerah Kabupaten Bandung, menjadi perhatian Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Cirebon.
Apalagi menjelang lebaran, konsumsi daging sapi diperkirakan meningkat dari hari biasanya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon drh Hj Maharani Dewi, mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan dan pengetesan terhadap sejumlah daging sapi yang dijual di pasar tradisional.
“Dinas kita merupakan bagian dari tim Satgas pangan. Oleh karena itu kami langsung bergerak melakukan pengecekan ke sejumlah pasar tradisional yakni Kanoman dan Kramat,” jelasnya kepada FC, Jumat (15/5).
Pengecekan difokuskan pada produk hewani berupa daging sapi. Karena di daerah lain sudah beredar daging babi yang dijual sebagai daging sapi. Ini sangat merugikan bagi konsumen.
Daging spai yang dijual akan dites menggunakan porcine test kit untuk mengetes kehalalan daging yang dijual.
Test cepat yang dilakukan pada uji awalan untuk mengetahui adanya residu daging babi dalam sampel makanan secara cepat. Test kit itu merupakan uji cepat immunochromatographic (lateral flow) yang digunakan untuk pengujian kualitatif.
Test kit ini dirancang untuk pengujian daging mentah, daging olahan, gelatin, serta surface swab secara spesifik. Penggunaan alat sangat mudah, dapat digunakan dimanapun dan kapanpun, dan hanya membutuhkan waktu ± 15 menit.
“Hasilnya, di kedua pasar tersebut semua yang dijual merupakan daging sapi. Tidak ada daging sapi yang dioplos menggunakan daging babi atau celeng. Kami juga akan segera bergerak ke pasar lainnya di Kota Cirebon, agar konsumen dapat terlindungi,” tandasnya. (Gus)















































































































Discussion about this post