Pemkab Cirebon Raih Penghargaan Penggerak Ekonomi Daerah 2026
KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Teraktif Penggerak Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di wilayah Ciayumajakuning Tahun 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif Pemkab Cirebon bersama para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas akses keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Cirebon, H. Imron, menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan hingga masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada OJK Cirebon dan Bank Indonesia (BI) yang selama ini memberikan pendampingan serta pembinaan dalam memantau perkembangan perekonomian daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada OJK dan Bank Indonesia atas bimbingan serta kerja samanya dalam mengevaluasi dan mengamati perkembangan perekonomian di Kabupaten Cirebon. Penghargaan ini juga menjadi apresiasi atas keaktifan seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar Imron.
Menurutnya, sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat agar pemerintah daerah memperoleh masukan dalam menentukan kebijakan pengembangan ekonomi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Program tahunan yang diinisiasi OJK sejak 2016 itu kini memasuki pelaksanaan tahun ke-10.
Agus menjelaskan, BIK bertujuan memperluas akses layanan keuangan agar dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
“Kami ingin meyakinkan seluruh masyarakat bahwa inklusi keuangan harus bisa diakses oleh semua pihak. Karena itu, dalam kegiatan ini kami juga melibatkan teman-teman penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah,” katanya.
Rangkaian BIK 2026 diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya kompetisi, talkshow literasi keuangan, pameran lembaga jasa keuangan, serta pameran sektor perumahan dan otomotif.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan keuangan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Ciayumajakuning.
Dalam kesempatan yang sama, OJK bersama sejumlah pihak turut menggalang donasi untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Tengah.
Agus berharap kolaborasi OJK, BI, dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan. Dengan demikian, akses keuangan yang semakin luas diharapkan turut mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan