Green Camp Adiwiyata, Imron Ajak Pelajar Peduli Lingkungan
KAB. CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon H. Imron mengajak generasi muda meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Green Camp Jambore Adiwiyata 2026 yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) di Desa Sarwadadi, Kecamatan Talun, Jumat (30/10).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tingkat Kabupaten Cirebon itu diikuti pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Peserta berasal dari sekitar 40 sekolah di Kabupaten Cirebon serta melibatkan perwakilan dari Kabupaten Kuningan dan Ciamis.
Imron mengatakan, Green Camp menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan terbiasa menjaga kebersihan, merawat alam, dan melestarikan lingkungan.
“Anak-anak sekolah, khususnya yang mengikuti program Adiwiyata, dididik untuk mencintai lingkungan, menjaga kebersihan, dan merawat alam demi kelestarian lingkungan yang kita huni bersama,” ujar Imron.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup disampaikan melalui teori di sekolah, tetapi harus diwujudkan dalam kebiasaan dan tindakan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlibat dalam sejumlah aksi pelestarian lingkungan, mulai dari penanaman pohon, penebaran benih ikan di Embung Sarwadadi, hingga pelepasan burung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan Green Camp merupakan tindak lanjut program Adiwiyata untuk mendorong pelajar menerapkan perilaku ramah lingkungan.
Ia berharap, kegiatan penebaran benih ikan juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Terlebih, Embung Sarwadadi tengah ditata pemerintah desa sebagai salah satu destinasi wisata.
“Mudah-mudahan pelepasan ikan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Sarwadadi, karena Embung Sarwadadi ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sedang ditata oleh Desa Sarwadadi. Semoga semuanya dapat berkolaborasi dengan masyarakat, sehingga masyarakatnya dapat meningkat ekonominya di Desa Sarwadadi ini,” kata Dede.
Sementara itu, Ketua Umum DPP HPAI, Woro Januarti Setianingsih, mengatakan kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, pemerintah desa, hingga para penggiat lingkungan.
Menurutnya, sekolah Adiwiyata harus menjadi penggerak pembentukan karakter generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi pentahelix dalam pembinaan lingkungan hidup di sekolah, sekaligus meningkatkan penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).
Woro berharap Green Camp 2026 menjadi momentum untuk memperluas aksi pelestarian lingkungan dan menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran karakter serta konservasi alam berkelanjutan.
“Menjaga kelestarian alam, melindungi puspa dan satwa, serta mengimplementasikan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup bukanlah tanggung jawab segelintir pihak saja, melainkan gerakan bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, HPAI juga mendorong lahirnya generasi yang memiliki keterampilan dan kesadaran lingkungan atau green skill, serta mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan