“Tolonglah yang tahu data-data valid pengusaha-pengusaha kecil yang ada di desa kan Pemdes, bukan yang lain-lain. Kami hanya harus mengadu kemana, msyarakat itu selalu berbondong-bondong bertanya, kenapa gak turun-turun,” lanjutnya.

Henny menjelaskan, hal ini terjadi tidak hanya di desanya, tapi hampir semua desa mengalami hal yang sama. Untuk itu dirinya kembali berharap dilakukan pembenahan, agar ketika bantuan UKM itu duncurkan harus diterima kepada yang berhak, dan hal itu yang tahu pastinya pihak desa, karena desa hapal betul kondisi warganya.

“Kami ini dari Apdesi bertanya, kenapa data yang sudah kita ajukan tidak ada yang muncul, yang turun itu diluar yang kita ajukan. Apabila ada ketentuan yang sudah mendapatkan kredit KUR itu mohon diverifikasi, jangan sampai diluncurkan ketika diambil tidak bisa,” sengitnya.

Terlepas dari hal-hal tersebut, baik selaku pengurus Apdesi Kab Kuningan atau Kepala Desa Linggasana, dirinya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan-bantuan yang diberikan baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi ataupun dari Pemerintah Kabupaten.

“Bantuan-bantuan tersebut pastinya sangat membantu warga kami di desa yang sangat terdampak dengan adanya Covid-19, saya sampaikan rasa terima kasih, namun saya berharap bantuan-bantuan tersebut sampai kepada yang berhak, untuk itu perlu dilakukan pembenahan-pembenahan dalam implementasinya,” pungkasnya. (Ali)