KOTA CIREBON, (FC).- Ratusan siswa SDN Taman Kalijaga Permai Kota Cirebon, menggelar doa dan zikir bersama, pada Kamis (22/10). Mereka mendoakan puluhan teman-temannya yang masih dirawat karena diduga keracunan MBG.

Doa dipimpin oleh seorang guru wanita di halaman sekolah, para siswa tampak duduk lesehan dengan tertib. Beberapa siswa diberikan kesempatan untuk berdoa dengan menggunakan mic, suasana haru pun menyeruak.

Kepala SDN Taman Kalijaga Permai Cirebon, Fauziyah Hayati Fazrin mengatakan, berdasarkan pendataan sekolah hingga Kamis (22/10), terdapat 60 siswa dan tujuh guru yang terdampak.

“Jadi total itu seluruhnya yang terdampak 60 siswa, ada 7 guru. Jadi total 67 dari 570 murid yang ada di sini,” ujar Fauziyah.

Ia menjelaskan, dari data yang diterima sekolah, sekitar 30 siswa masih menjalani perawatan. Sementara itu, sekitar 20 siswa telah pulang, sedangkan 10 siswa lainnya yang sebelumnya menjalani perawatan juga sudah kembali ke rumah.

Meski kegiatan sekolah telah berlangsung seperti biasa, Fauziyah mengakui proses belajar mengajar belum berjalan efektif sepenuhnya. Pasalnya, perhatian pihak sekolah masih terbagi antara kegiatan pembelajaran dan pendampingan siswa yang menjalani perawatan.

Sebagai bentuk perhatian kepada para siswa yang sakit, pihak sekolah menjadwalkan kunjungan guru ke rumah sakit hari ini. Para wali kelas mendapat tugas untuk menjenguk anak-anak yang masih menjalani perawatan.

Karena itu, jam pulang siswa kelas III hingga kelas VI yang biasanya pukul 13.30 WIB dimajukan menjadi pukul 11.00 WIB.

“Kegiatan sudah berlangsung seperti biasa. Namun belum terlalu efektif karena nanti kita habis Zuhur ada tugas kepada wali kelas untuk menjenguk anak-anak yang masih dirawat,” ucapnya.

“Yang harusnya anak kelas tinggi (kelas 3 sampai 6) itu pulang jam setengah dua, hari ini kita pulangkan lebih cepat jam 11. Karena ada tugas guru-guru untuk standby di rumah sakit lagi untuk menjenguk anak-anak,” lanjutnya.

Pihaknya juga memikirkan langkah ke depan terkait pelaksanaan program MBG. Tapi saat ini fokus utama sekolah adalah memastikan siswa yang terdampak segera pulih.

“Kalau ke depan mungkin kita kan fokus dulu untuk kesembuhan anak-anak dan terutama ke depannya saya pasti mengutamakan prioritas keselamatan, keamanan, kesehatan anak-anak. Itu prioritas utama bagi saya,” katanya.

Terkait kelanjutan program MBG di sekolahnya, ia menyebut perlu berkoordinasi dengan orang tua siswa, Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah.

“Untuk bagaimana MBG-nya, saya juga harus koordinasi dengan orang tua, dengan Dinas Pendidikan, dan Pemerintah Daerah,” tandasnya. (Agus)