KAB.CIREBON, (FC).- Kesibukan menjalankan aktivitas sosial dan mengurus keluarga tak menyurutkan semangat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana, untuk menuntaskan pendidikan sarjana.

Ia mengikuti prosesi wisuda di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Watubelah, Kecamatan Sumber, Minggu (18/10).

Momen tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak dibatasi usia maupun kesibukan. Heviyana mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan setelah melalui perjalanan yang tidak selalu mudah.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, umur panjang, dan kesempatan hingga akhirnya bisa menuntaskan pendidikan sarjana ini,” ungkap Heviyana.

Ia mengakui, tanggung jawab keluarga dan aktivitas sehari-hari sempat membuatnya tidak bisa fokus melanjutkan pendidikan.

Terlebih, ia juga harus mendampingi almarhum suaminya. Namun, keinginan untuk kembali belajar akhirnya mendorongnya menyelesaikan studi.

Menurut Heviyana, kemampuan mengatur waktu dan dukungan anak-anak menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.

Ia meyakini, pekerjaan, urusan keluarga, dan pendidikan dapat berjalan beriringan apabila dikelola dengan baik.

“Kalau kita pintar-pintar membagi waktu, semuanya bisa dijalani secara bersamaan. Pekerjaan dan pendidikan tetap bisa berjalan,” tuturnya.

Dalam prosesi wisuda tersebut, Heviyana juga menerima penghargaan sebagai mahasiswa terinspiratif.

Penghargaan itu menjadi dorongan baginya untuk terus menyemangati orang lain agar tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.

Ia secara khusus mengajak generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan sebaik mungkin.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas diri dan membuka peluang masa depan.

“Ayo, tetap semangat! Jangan pernah merasa terlambat untuk belajar. Selama ada kemauan dan kita bisa membagi waktu dengan baik, insyaallah semuanya bisa dijalani,” pesannya.

Terkait kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) di UMC, Heviyana mengaku telah menerima tawaran. Meski demikian, ia belum berencana langsung melanjutkan studi dan masih akan mempertimbangkannya.

Kisah Heviyana menyelesaikan pendidikan di tengah beragam tanggung jawab menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar selalu terbuka.

Kemauan, kedisiplinan, kemampuan mengatur waktu, serta dukungan keluarga menjadi faktor penting untuk terus mengembangkan diri. (Nawawi)