180 Pelari Taklukkan Jalur Terjal Talaga Surian
KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 180 pelari menjajal jalur perbukitan dalam ajang Disini Tuh Tenang Buat Lari (DTBL) 3 Trail Run 2026 di kawasan wisata Talaga Surian, Kabupaten Kuningan, Sabtu (17/10).
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, ajang ini tak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan potensi wisata alam Kuningan.
Para peserta berlomba pada dua kategori jarak, yakni 10 kilometer (10K) dan 17 kilometer (17K). Lintasan yang didominasi tanjakan, turunan, dan jalur hutan menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari.
Ketua Panitia DTBL 3, Iman Ceme, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari kegemaran sejumlah rekannya terhadap aktivitas pendakian. Seiring berkembangnya komunitas trail run di Kuningan dan sekitarnya, muncul gagasan untuk menghadirkan ajang lari lintas alam.
“Berawal dari hobi rekan-rekan yang memang sering hiking. Selain itu, banyak komunitas trail run di wilayah Kuningan dan sekitarnya yang membutuhkan acara seperti ini,” ujar Iman di sela kegiatan.
Menurutnya, perlombaan dibagi ke dalam kategori putra dan putri untuk jarak 10K dan 17K. Panitia juga menyediakan kategori master putra dan putri bagi peserta berusia 40 tahun ke atas.
Antusiasme peserta tidak hanya datang dari wilayah Ciayumajakuning. Pelari dari luar daerah turut ambil bagian, bahkan peserta dengan asal terjauh tahun ini diketahui datang dari Jambi.
Namun, karakter jalur lintas alam yang melewati kawasan hutan juga menghadirkan persoalan navigasi. Natasya (25), peserta asal Cirebon yang mengikuti kategori 10K, mengaku sempat tersesat hingga jarak tempuhnya bertambah menjadi sekitar 11 kilometer.
Natasya yang baru pertama kali mengikuti lomba trail run itu mengaku sempat mengikuti pelari di depannya. Namun, mereka ternyata salah mengambil jalur sehingga harus mencari kembali rute yang benar.
“Saya baru pertama kali ikut trail. Awalnya mengikuti yang di depan, ternyata nyasar juga. Setelah mengikuti jalur yang benar, nyasar lagi,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat Natasya kebingungan, terutama ketika berada di sekitar water station (WS) kedua.
Beruntung, ia bertemu peserta lain yang mengalami kesulitan serupa. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan bersama hingga menemukan jalur yang tepat.
Berdasarkan pengalamannya, Natasya berharap panitia memperjelas penanda rute dan menambah jumlah petugas lapangan atau marshal untuk membantu peserta selama perlombaan.
“Semoga titiknya jelas, tanda-tandanya, dan marshal-nya diperbanyak,” sarannya.
Menanggapi hal tersebut, Iman menjelaskan bahwa panitia telah menyediakan panduan digital berupa berkas GPX yang dapat diakses melalui telepon seluler. Penanda jalur juga dipasang secara manual sebagai petunjuk bagi peserta.
Di luar kompetisi, DTBL 3 turut menggandeng aplikasi kesehatan Taku Sehat sebagai mitra pendukung. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis disediakan bagi peserta, meliputi pemeriksaan fisik dasar, tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, serta asesmen awal kondisi kesehatan.
Iman berharap DTBL dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Dukungan sponsor juga diharapkan meningkat agar penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui ajang ini, panitia berupaya memadukan olahraga, pengembangan komunitas, dan promosi wisata. Kawasan Talaga Surian pun menjadi arena bagi para pelari untuk menguji kemampuan sekaligus menikmati panorama alam Kabupaten Kuningan. (Angga)


Tinggalkan Balasan