KBM di SDN Taman Kalijaga Permai Diliburkan Imbas Dugaan Keracunan MBG
KOTA CIREBON, (FC).– Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Taman Kalijaga Permai, Kota Cirebon, ditiadakan atau diliburkan pada Rabu (21/10). Kebijakan ini diambil setelah lebih dari seratus siswa dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pantauan di lokasi pada Rabu siang menunjukkan tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Sejumlah siswa menjalani kegiatan belajar dari rumah, sebagaimana informasi yang disampaikan melalui grup WhatsApp orangtua murid.
“Anak-anak hari ini belajar di rumah ya,” demikian pesan yang diterima orangtua siswa melalui grup tersebut.
Seorang petugas keamanan sekolah membenarkan bahwa kegiatan belajar diliburkan. Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah kebijakan itu hanya berlaku sehari atau akan diperpanjang.
“Hari ini libur, Pak. Tapi enggak tahu hanya hari ini atau sampai kapan,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Rabu siang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon maupun pihak sekolah mengenai durasi penghentian kegiatan belajar tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Cirebon Effendi Edo saat mengunjungi RS Siloam mengatakan, Pemerintah Kota Cirebon dan Forkopimda beserta Kepala SPPG menindaklanjuti adanya permasalahan keracunan yang terjadi di SD Kalijaga.
“Pemerintah kota dan Forkopimda melakukan tindakan sesegera mungkin untuk menangani keselamatan anak-anak,” ujarnya.
Saat ini, seluruh anak-anak yang terdampak sudah ditangani dengan baik oleh dokter di empat rumah sakit, yaitu RS Siloam, RS Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahya Bunda.
Disebutkannya, jumlah keseluruhan anak yang terdampak adalah kurang lebih 100 orang, yang berasal dari beberapa sekolah dasar (SD), TK, Teratai, serta beberapa posyandu (mencakup 3 rumah/wilayah sekolah).
“Contoh makanan sudah dibawa ke lab untuk diperiksa,” ujar Edo.
Gejala keracunan yang dialami anak-anak meliputi mual dan pusing, dengan beberapa sampel makanan (seperti telur puyuh) telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
Sementara, Yulian Kepala KPPG Kota Cirebon menambahkan, kondisi awal anak-anak yang sempat kritis kini sudah membaik, sebagian bahkan sudah diperbolehkan pulang.
“Sudah ada perawatan yang optimal oleh 4 rumah sakit, sehingga pasien sudah bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.
Yulian menegaskan, SPPG terkait telah resmi disuspens, sejak malam hari ini hingga waktu yang belum ditentukan untuk kepentingan penyelidikan dugaan kasus keracunan.
“Seluruh biaya penanganan medis bagi anak-anak yang terdampak akan ditanggung oleh BGN,” tambahnya.
SPPG tersebut melayani sekitar 2.500 porsi per hari (mencakup 15 KPM/sekolah dan 3B), dan penanganan terhadap anak-anak yang terdampak dilakukan dengan cepat oleh pihak pemerintah dan rumah sakit. (Agus)


Tinggalkan Balasan