Ini Data Terakhir Jumlah Penduduk Kota Cirebon, Lebih Banyak Lelakinya
KOTA CIREBON, (FC).- Data Konsolidasi Bersih (DKB) yang dirilis oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon Semester I Tahun 2026 mencatat, jumlah penduduk Kota Cirebon hingga semester pertama 2026 mencapai 360.099 jiwa.
Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan menyebut, sebanyak 180.667 jiwa merupakan penduduk laki-laki dan 179.432 jiwa perempuan. Sementara jumlah Kartu Keluarga (KK) yang tercatat mencapai 120.660.
“Data DKB tersebut menjadi salah satu gambaran terkini mengenai kondisi administrasi kependudukan sekaligus capaian pelayanan dokumen kependudukan di Kota Cirebon,” ujar Andi kepada wartawan, Sabtu (8/8).
Dari sisi kepemilikan KTP elektronik (KTP-el), kata Andi, Disdukcapil mencatat jumlah penduduk yang masuk kategori wajib KTP sebanyak 264.785 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 262.264 orang telah melakukan perekaman, sedangkan 2.521 orang lainnya belum melakukan perekaman.
“Sampai saat ini, capaian perekaman KTP-el di Kota Cirebon telah mencapai 99,05 persen,” katanya.
Angka tersebut menunjukkan sebagian besar penduduk wajib KTP di Kota Cirebon telah memiliki rekam data kependudukan. Disdukcapil terus mendorong masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk segera mengurus dokumen kependudukan agar data administrasi kependudukannya dapat terpenuhi.
“Sementara, untuk kepemilikan akta kelahiran bagi penduduk usia 0 sampai 18 tahun, tercatat sebanyak 21.471 anak atau mencapai 96,61 persen,” jelasnya.
Capaian tersebut menunjukkan tingkat kepemilikan dokumen akta kelahiran di Kota Cirebon juga tergolong tinggi. Dokumen akta kelahiran menjadi salah satu dokumen penting bagi anak karena berkaitan dengan identitas hukum serta berbagai kebutuhan administrasi di kemudian hari.
Sementara itu, untuk kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), Disdukcapil Kota Cirebon mencatat sebanyak 60.245 anak telah memiliki KIA. Capaian tersebut setara dengan 63,21 persen.
Selain dokumen kependudukan konvensional, Disdukcapil juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Berdasarkan data Semester I 2026, aktivasi IKD tersebar di lima kecamatan di Kota Cirebon. Kecamatan Kejaksan tercatat sebanyak 4.182 aktivasi, Lemahwungkuk 4.213 aktivasi, Harjamukti 11.287 aktivasi, Pekalipan 2.433 aktivasi, dan Kesambi sebanyak 8.126 aktivasi.
“Jika diakumulasikan, jumlah aktivasi IKD tersebut sudah mencapai 30.241 aktivasi, atau sekitar 12,57 persen,” terangnya.
Kecamatan Harjamukti menjadi wilayah dengan jumlah aktivasi IKD tertinggi, yakni mencapai 11.287 aktivasi. Disusul Kecamatan Kesambi sebanyak 8.126 aktivasi, Lemahwungkuk 4.213 aktivasi, Kejaksan 4.182 aktivasi, dan Pekalipan 2.433 aktivasi.
Capaian tersebut menunjukkan proses transformasi layanan administrasi kependudukan menuju sistem digital terus berjalan. Meski demikian, persentase aktivasi IKD masih memiliki ruang untuk ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan identitas kependudukan dalam bentuk digital.
Melalui pemutakhiran dan konsolidasi data secara berkala, Disdukcapil Kota Cirebon berupaya memastikan data kependudukan yang dimiliki pemerintah tetap akurat dan dapat mendukung berbagai kebutuhan pelayanan publik.
“Data DKB Semester I 2026 sekaligus menjadi gambaran mengenai perkembangan kependudukan Kota Cirebon serta capaian pelayanan administrasi, mulai dari perekaman KTP-el, kepemilikan akta kelahiran dan KIA, hingga pemanfaatan IKD,” pungkasnya. (Agus)


Tinggalkan Balasan