BUMDes Gembongan Kembangkan Bisnis Ayam Petelur
KAB. CIREBON, (FC).- Dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Desa Gembongan Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adem Ayem mengembangkan bisnis ayam petelur, tahap pertama pihaknya mengalokasikan untuk pengadaan 500 ekor bibit ayam petelur, Selasa (21/10).
Kuwu Gembongan, Sobirin dalam kesempatan tersebut menjelaskan, sebagaimana hasil musyawarah, bahwa Pemdes Gembongan dalam ikut mensukseskan program ketahanan pangan (ketapang) sebagaimana program Asta Cita Presiden Prabowo, menyepakati untuk melakukan pengembangan usaha ternak ayam petelur.
Dijelaskannya, setelah melakukan pembangunan kandang ayam dengan kapasitas kandang mampu menampung 800 ekor ayam, hal itu dilakukan selain karena anggaran yang terbatas karena untuk pembangunan sarana dan prasarana kandang, juga sebagai uji coba tahap awal, dan nanti bila sudah bisa berkembang akan ditambah lagi bibitnya.
“Untuk tahap awal kita melakukan pengadaan bibit ayam petelor sebanyak 500 ekor, kalau kapasitas kandang bisa untuk 800 ekor,” ungkapnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Sobirin, untuk bibit ayam petelur itu sendiri dirinya mendatangkan langsung dari Yogyakarta, karena salah satu dari pengurus BUMDes merupakan mantan karyawan peternakan ayam petelur.
Sehingga selain memiliki pengalaman berternak ayam petelur, juga memiliki akses baik itu bibit ayam petelur maupun juga untuk perusahaan pengadaan pakan ayam.
Dijelaskannya, untuk bibit ayam sendiri sengaja mengambil ayam berusia 16 minggu, atau bibit ayam yang sudah siap bertelur, secara umum ayam petelur baru akan bisa bertelur di usia rata-rata 20 minggu, namun tidak menutup kemungkinan di usia 18 minggu juga sudah bisa ada yang mulai bertelur.
Meski belum secara serentak, untuk perbandingan angka kematian dan kurang produktif sendiri sekitar 20 persen, diperkirakan di usia 20 bukan nanti akan mampu memproduksi telur sekitar 400 butir telur setiap hari.
“Semoga ayam-ayam ini sehat dan semua berpotensi produktif, ini juga akan menjadi percontohan untuk masyarakat yang tertarik juga untuk memelihara ayam petelur,” ungkapnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan