Kuningan Raih Penghargaan OJK, Program SimPel Ditargetkan 30 Persen
KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Teraktif dalam Mendukung Program Simpanan Pelajar (SimPel) Ciayumajakuning Tahun 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon.
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, dalam Opening Ceremony FinExpo yang menjadi rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Grage Mall, Kota Cirebon, Sabtu (31/10).
Penghargaan diberikan atas dukungan Pemkab Kuningan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya membangun kebiasaan menabung serta mengenalkan pengelolaan keuangan kepada pelajar sejak usia dini.
Bupati Dian mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi keuangan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan uang dan kebiasaan hidup hemat perlu ditanamkan sejak anak-anak masih duduk di bangku sekolah.
“Ini menjadi sebuah penyemangat, inspirasi, dan dorongan bagi kita untuk terus berkolaborasi bagaimana mengenalkan literasi keuangan, bagaimana mengenalkan cara hidup berhemat, mengelola keuangan dengan baik kepada anak-anak sejak usia dini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemkab Kuningan akan memperkuat sinergi dengan perbankan, Bank Kuningan, Dinas Pendidikan, dan lembaga terkait agar program SimPel dapat menjangkau lebih banyak peserta didik.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kuningan, H. Dodo Warda, mengatakan pihaknya terus mendorong program SimPel melalui edukasi dan sosialisasi literasi keuangan di berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga perguruan tinggi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembukaan rekening bagi sekitar 600 siswa dalam satu hari di MTsN 3 Kuningan.
Meski demikian, penerapan program SimPel di Kabupaten Kuningan saat ini baru mencapai sekitar 20 persen. Bank Kuningan menargetkan cakupan tersebut meningkat menjadi 30 persen pada 2027.
Dodo mengakui, belum semua sekolah mengelola tabungan pelajar. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan terus dilakukan untuk memperluas pelaksanaan program.
“Tujuannya untuk menanamkan jiwa disiplin sejak kecil, agar anak-anak terbiasa menyisihkan uang untuk ditabungkan. Mudah-mudahan dengan investasi pendidikan yang terjaga sejak usia dini ini, ketika mereka lulus sekolah sudah memiliki bekal untuk masa depan, bahkan bisa menjadi modal untuk berwirausaha,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan Bulan Inklusi Keuangan menjadi momentum untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman dalam mengelola keuangan.
Menurutnya, layanan keuangan harus dapat diakses dan memberikan manfaat bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pesantren, sekolah, desa, hingga komunitas.
OJK Cirebon juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Program tersebut mencakup perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, pengembangan ekonomi produktif, serta edukasi dan perlindungan masyarakat dari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan judi online.
Agus menegaskan, kerja sama OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan lembaga jasa keuangan diperlukan untuk memperluas akses keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning.
Melalui penghargaan tersebut, Pemkab Kuningan diharapkan semakin memperluas program SimPel agar semakin banyak pelajar terbiasa menabung dan memiliki pemahaman pengelolaan keuangan sebagai bekal masa depan. (Angga)



Tinggalkan Balasan