KAB.CIREBON, (FC).- Sampah liar di lahan kosong pinggir jalan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon kembali menumpuk, Selasa (15/7).

Padahal tumpukan sampah liar tersebut sudah dibersihkan oleh Pemkab Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup pada Rabu (9/7) kemarin yang jumlahnya mencapai 30 ton lebih.

Warga sekitar lokasi yang tak jauh dari TPS liar, Rudiyanto mengatakan, tumpukan sampah – sampah baru itu terjadi berberapa hari setelah dilakukan pembersihan oleh DLH. Ia menduga pelaku pembuang sampah sembarangan itu bukan warga sini, melainkan pengguna jalan di antaranya dari berberapa pedagang kaki lima.

“Belum ada seminggu dibersihkan, tapi warga bandel masih buang sampah disitu, waktunya buangnya pun malam menjelang pagi. Jadi kondisi saat sepi dan kemungkinan bukan warga sini,” kata Rudi, Selasa (15/7).

Pantauan di lokasi, terlihat sudah ada bungkusan sampah baru yang dibuang oleh masyarakat yang tidak tertib. Padahal, wakil bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman sudah mengimbau kepada masyarakat setempat jangan membuang sampah sembarangan di lokasi ini.

Bahkan, berdasarkan diskusi antara Camat Kuwu setempat dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon disaksikan wakil bupati Cirebon lokasi TPS liar itu akan dilakukan pemagaran, namun hingga berita ini diterbitkan, lokasi tersebut belum dipagar.

Saat dikonfirmasi, Kuwu Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Dedi mengaku geram atas ulah oknum segelintir warga yang membuang sampah sembarangan, padahal lanjut Dedi di lokasi itu jelas sudah bersih, artinya sudah dilakukan pembersihan dan pengangkutan, hanya saja pihak Pemdes Kertawinangun dan Kecamatan Kedawung masih belum bisa menutup lokasi itu karena terkendala dikepemilkan status tanah.

“Ini baru berapa hari sampah sudah banyak lagi, sejak dilakukan pembersihan kami bersama perangkat mencoba mencari tahu pemilik tanah itu, tujuanya ingin meminta izin kalau lokasi itu ingin ditutup menggunakan pagar supaya oknum warga tidak lagi membuang sampah disitu,” kata Dedi.

Pihaknya mengupayakan lokasi yang kerap dijadikan tempat sampah liar oleh oknum warga tersebut akan dilakukan pemagaran dalam waktu dekat ini. “Kami upayakan dalam minggu ini lokasi itu sudah ditutup dengan pagar dan diberikan spanduk peringatan larangan serta edukasi ke warga sekitar agar tidak ada lagi sampah disitu,” tandasnya. (Johan)