KOTA CIREBON, (FC).- Menjamurnya bangunan liar di sepadan sungai dan jalan sepanjang Jalan Terusan Ciremai, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon semakin merajalela.
Salah satunya mendirikan bangunan baru di pintu masuk bangunan milik warga tanpa mengetahui pemiliknya, dan ternyata deretan bangunan kios tersebut diperjualbelikan.
Salah seorang warga setempat Rudi mengaku, banyaknya bangunan yang berdiri di sepadan sungai di wilayah terusan Ciremai Perumnas mengakibatkan akses ke rumah warga terkendala.
Bahkan tidak sedikit warga yang mengeluhkan hal tersebut. Terlebih, lanjutnya bangunan yang berdiri di sepadan sungai tersebut apakah diperbolehkan menurut aturan tata ruang kota, kemudian apakah memang terdapat ijin dari instansi terkait.
“Kami kira gak ada aturannya, kemudian bangunan yang berdiri tersebut pun di duga tidak memiliki perijinan,” ungkapnya, Selasa (11/10).
Masih dikatakan Rudi, sempadan sungai memiliki fungsi untuk menampung limpasan air sungai. Namun, sebaliknya sempadan sungai di sepanjang Jalan Terusan Ciremai, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon malah beralih fungsi dijadikan tempat usaha dengan mendirikan bangunan permanen.
Ada kesan pembiaran membuat bangunan liar di sepadan sungai tersebut, di antaranya bangunan yang berdiri di pintu masuk bangunan milik warga, bahkan ada dugaan deretan bangunan kios tersebut diperjualbelikan.
Dari informasi yang didapatnya bangunan yang sedang dibangun tersebut rencananya akan diperuntukkan untuk musala.
“Musala kan sudah ada, tapi malah mau dialihfungsikan yang katanya mau dibuat kios dan musala pindah ke lokasi yang lebih kecil,” jelasnya.
Saat ini, diungkapkan bangunan yang semula direncanakan untuk musala menurut para pekerja, katanya sedang dilakukan pembongkaran dan dikembalikan ke semula dan dinormalkan lagi.
Menurutnya agar tidak kembali marak bangunan yang berdiri di sepadan sungai, dirinya berharap agar instansi terkait untuk mengkaji dan menata kembali tata ruang di lokasi sepadan sungai.
Lanjutnya, ini dikarenakan dengan banyaknya bangunan yang berdiri tersebut membuat pemukiman warga tertutup meskipun, diakuinya terdapat jalan akses yang kecil.
Bahkan sungai di lokasi tersebut pun terdapat banyak sampah yang menumpuk, ini bisa menjadikan salah satu faktor seringnya kawasan perumnas kerap terjadi banjir musiman setiap tahunnya.
“Semoga bisa ditata, karena pada dasarnya enggak boleh untuk bangunan di bantaran sungai seperti itu, kasihan rumah warga ketutup,” pungkasnya. (Nawawi)
Discussion about this post