Dukung Program Gentengisasi Nasional, 2,4 Juta Genteng Jatiwangi Siap Diluncurkan
MAJALENGKA, (FC).– Sentra industri genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, bersiap mencetak sejarah baru.
Sebanyak 2,4 juta keping genteng bersertifikat SNI hasil produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) siap diluncurkan pada 8 November 2026 yang akan datang.
Pelepasan logistik massal ini dipusatkan di kawasan Pasar Lawas, Majalengka. Kebijakan ini menjadi bagian dari Program Gentengisasi Nasional yang diinisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Program ini bertujuan mendukung pemenuhan material hunian sehat sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung dalam agenda peluncuran program strategis tersebut.
Kepastian peluncuran dimatangkan dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, pada Senin (2/11). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait.
Agenda ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Majalengka Eman Suherman, pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta para pejabat di lingkungan Kementerian PKP, Pemprov Jabar, dan Pemkab Majalengka.
Rencananya sebanyak 2,4 juta genteng akan diangkut menggunakan 600 armada truk. Seluruh material atap ini didistribusikan untuk menyuplai kebutuhan pembangunan rumah rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Program ini secara nyata melibatkan 34 UMKM lokal yang telah lolos uji keandalan mutu.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program ini. Pihaknya juga menegaskan pentingnya optimisme dalam mengeksekusi program kerakyatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak dalam mewujudkan salah satu program Presiden Prabowo Subianto ini untuk meningkatkan dan memberdayakan UMKM kita. Ayo mari kita berlomba-lomba dalam hal yang baik dan jangan ragu-ragu. Kalau kita tidak yakin, tidak akan terjadi program gentengnisasi ini,” ujar Maruarar.
Bupati Majalengka Eman Suherman angkat bicara dalam pertemuan itu setelah Menteri PKP mempersilakan dirinya memberikan pernyataan. Menurut Eman, program nasional tersebut menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh industri kerajinan Majalengka.
Ia menyatakan bahwa sejak pertama kali industri ini berdiri pada tahun 1955, kehadiran Program Gentengisasi mencetak sejarah baru bagi kebangkitan para pelaku UMKM di Majalengka. Terlebih, saat ini diterapkan pengujian yang ketat dalam seleksi ini.
Bupati Eman menjelaskan, program ini berhasil menyelamatkan nasib para perajin dan buruh lokal. Ketatnya persaingan pasar global selama ini serta dampak pandemi Covid-19 lalu sempat membuat lapangan pekerjaan menyusut. Kondisi tersebut sempat mengancam keberlangsungan usaha rakyat.
Melalui intervensi kebijakan ini, sekitar 700 pabrik genteng atau jebor yang tersisa di Majalengka kini kembali mendapatkan kepastian pasar. Hal itu terjadi lewat adanya pesanan baru dari pemerintah.
Eman juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian besar dari pihak istana terhadap eksistensi industri tradisional daerah. Pihaknya berharap volume pengadaan atap ini dapat terus ditingkatkan di masa depan.
“Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri. Kalau bisa tambah lagi kuotanya untuk kita tahun depan,” kata Eman.
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan yel pamungkas yang dipimpin langsung oleh Bupati Eman dan diikuti oleh seluruh peserta rapat yang hadir. “UMKM Genteng Majalengka!” teriak Eman.
Menteri PKP bersama seluruh peserta rapat segera menyambut seruan tersebut secara serempak.
“2,4 juta genteng menyala!” sahut para peserta rapat yang diakhiri dengan tepuk tangan bergemuruh. (Munadi)



Tinggalkan Balasan