Warga Sigong Diduga Korban Kapal Tenggelam, Keluarga Menanti Kepastian
KAB.CIREBON, (FC).- Keluarga Yaya Carya, warga Dusun 02 RT 018/RW 005, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, masih diliputi kecemasan setelah pria tersebut diduga menjadi salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam dalam pelayaran Surabaya-Banjarmasin, Minggu (13/9) dini hari.
Hingga Senin (14/9), keluarga masih menunggu informasi terkait keberadaan Yaya. Sang istri, Ade Tursina, mengaku mendapat kabar musibah tersebut dari Rahmat, mandor pekerjaan yang berada di Kalimantan.
“Kemarin saya mendapat kabar dari Mandor Rahmat sekitar pukul 12.30 WIB. Katanya suami saya menjadi salah satu korban kapal Virgo yang tenggelam,” ujar Ade saat ditemui di rumahnya, Senin (14/9).
Ade mengatakan, Yaya sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta. Namun, setelah mendapat tawaran pekerjaan dari rekannya, Yaya memutuskan berangkat ke Kalimantan untuk bekerja pada sebuah proyek pembangunan.
“Rencananya suami saya bekerja di Kalimantan. Karena ada ajakan dari teman, akhirnya beliau berangkat,” tuturnya.
Menurut Ade, hingga kini keluarga belum mendapatkan kepastian apakah Yaya termasuk korban yang berhasil dievakuasi atau masih dalam pencarian. Kondisi tersebut membuat keluarga terus berharap mendapat kabar dari tim SAR maupun pihak terkait.
“Kami sangat sedih dan berharap suami saya bisa selamat. Beliau adalah tulang punggung keluarga dan ayah dari tiga anak,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi sementara Basarnas, KM Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis RORO yang berangkat dari Pelabuhan Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 10.13 WIB.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami kondisi darurat akibat cuaca buruk hingga mengalami kemiringan dan kemudian terbalik di perairan.
Kapal diketahui membawa sekitar 243 orang yang terdiri dari penumpang dan anak buah kapal (ABK). Hingga Minggu (13/9) siang, sebanyak 115 orang telah berhasil dievakuasi, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan sekitar 127 orang masih dalam pencarian. Data tersebut masih dalam proses verifikasi.
Dalam proses pencarian dan evakuasi, sejumlah kapal turut membantu, di antaranya TB TCP yang mengevakuasi 38 orang, TB Majuhan IX sebanyak 16 orang, serta MV Handa sebanyak 32 orang.
Tim SAR gabungan juga dikerahkan dengan melibatkan sejumlah unsur, seperti KN SAR Laksmana 241 dari Banjarmasin, KN SAR 249 Permadi dari Surabaya, serta helikopter Dauphin AS 365 N3+ dari Lanudal Juanda.
Ade berharap upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil sehingga keluarga memperoleh kepastian mengenai kondisi suaminya.
“Kalau memang masih selamat, kami berharap segera ditemukan. Tetapi kalau memang sudah meninggal, kami juga berharap segera ditemukan agar keluarga mendapat kepastian,” pungkasnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan