KAB.CIREBON, (FC).- Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada terbatasnya alokasi dana desa, warga Desa Kerandon dan Desa Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, menunjukkan semangat gotong royong dengan memperbaiki jalan poros desa secara swadaya, Sabtu malam (21/2).
Kerja bakti tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Kerusakan jalan dinilai mengganggu aktivitas harian serta membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di bulan Ramadan ketika mobilitas warga meningkat.
Tanpa menunggu kepastian bantuan anggaran, warga bersama Pemerintah Desa Kerandon berinisiatif mengumpulkan material seperti semen dan pasir secara swadaya.
Tenaga dikerahkan secara sukarela, mulai dari pemuda hingga orang tua, bahkan kaum ibu turut membantu proses perataan dan penambalan jalan.
Kuwu Desa Kerandon, Warnawan, memimpin langsung kegiatan tersebut usai salat tarawih. Ia menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian kolektif demi keselamatan dan kenyamanan warga.
“Kondisi jalan berlubang ini sudah beberapa waktu menjadi perhatian kami. Selain mengganggu aktivitas warga, terutama akses penghubung Kerandon dan Wanasaba Kidul, kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas,” ujarnya.
Menurut Warnawan, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada infrastruktur fisik, tetapi juga menghambat mobilitas sosial, ekonomi, dan keagamaan warga selama Ramadan.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah desa dan masyarakat sepakat untuk tidak berpangku tangan.
“Hasilnya memang sederhana, tetapi penuh makna. Ini membuktikan bahwa pembangunan desa tidak selalu bergantung pada besar kecilnya anggaran, melainkan pada kepedulian dan kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga dari kedua desa. Menurutnya, seluruh wilayah desa tetap menjadi prioritas pembangunan, meski realisasinya harus menyesuaikan kondisi keuangan.
“Saya berharap blok-blok desa yang belum tersentuh pembangunan tetap mendapat perhatian. Dengan adanya efisiensi ini, saya justru bersyukur warga berinisiatif untuk bergotong royong. Semoga ini menjadi motivasi agar desa tidak terlalu bergantung pada anggaran pemerintah pusat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, pengecoran penuh dilakukan sepanjang kurang lebih 50 meter, sementara titik-titik lainnya diperbaiki melalui penambalan.
Pemerintah desa dan masyarakat berharap perhatian pemerintah tingkat atas tetap diberikan terhadap kebutuhan infrastruktur desa.
Jalan yang diperbaiki secara swadaya itu kini menjadi simbol kuat bahwa di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan tetap tumbuh demi keselamatan dan kemaslahatan bersama. (Johan)












































































































Discussion about this post