KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah berupaya untuk melakukan revitalisasi Taman Pataraksa yang ada di depan kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, H Imron mengatakan, pihaknya sudah mengutus Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana revitalisasi Taman Pataraksa.

“Tapi katanya itu harus ada evaluasi dulu dari provinsi lalu diserahkan ke kabupaten. Karena ini kan bangunan dari provinsi,” kata Imron, Senin (20/10).

Untuk kelanjutan pembangunan Taman Pataraksa ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, supaya bagaimana agar Taman Pataraksa bisa dilanjutkan pembangunannya. “Katanya sih masih proses, karena ini masih wewenang provinsi,” kata Imron.

Untuk menjaga mutu dan kualitas pembangunan di Kabupaten Cirebon, Bupati Imron sudah beberapa kali meminta kepada kepala dinas agar memilih kontraktor yang bonafid, jangan sampai proyek ini dijualbelikan lagi.

“Pilih kontraktor yang bonafid, jangan sampai dijual-jual. Kami berharap, kalau dijual, tahun depannya dicoret, jangan sampai menang lagi,” tegas Imron.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon berencana merevitalisasi Taman Pataraksa, yang berlokasi di komplek perkantoran Sumber, Kabupaten Cirebon. Rencananya, perbaikan Taman Pataraksa ini akan dimulai pada 2026 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala menyampaikan, Pemkab Cirebon kini terus mematangkan rencana tersebut melalui berbagai kajian dan pembahasan yang cukup instensif.

“Ini rapat yang kesekian kalinya, rapat yang terdahulu dilakukan beberapa pekan yang lalu. Kita coba mengkaji dan membahas rencana tersebut,” kata Hendra Nirmala, Selasa (14/10).

Ia menjelaskan, rencana revitalisasi taman tersebut dimulai dengan membahas sejumlah tahapannya. Di mana, pembahasan tahap pertama adalah terkait pencatatan aset.

Pascaambruknya dua gapura tradisional pada Januari 2024 lalu, serta penjarahan dan pengrusakan dalam aksi unjuk rasa pada Agustus 2025 kemarin, pencatatan aset dipastikan akan mengalami penyesuaian. “Jadi, pertama dari sisi aset dulu kita catat kembali dengan kondisi seperti sekarang ini,” paparnya.

Menurut Hendra, langkah berikutnya adalah berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Konsultasi ini dilakukan lantaran perbaikan taman tersebut dimungkinkan ada perubahan, tidak sesuai site plane awal atas pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat.

Perubahan tersebut di antaranya terkait penggantian gapura tradisional yang memang sudah tidak ada karena ambruk, diganti dengan ikon Kabupaten Cirebon seperti patung kura-kura Belawa, topeng dan ikon lainnya.

“Jadi kita akan konsultasi ke pemprov dalam hal ini ke Dinas Perkim. Boleh enggak nih kalau kita bangun kembali, diperbaiki tapi ada sedikit perubahan yang tidak sesuai dengan site plane awal,” terangnya.

Setelah ada hasil dari konsultasi tersebut, langkah selanjutnya adalah menganalisa kebutuhan anggaran. Nantinya, perhitungan sementara akan dilakukan oleh DPUTR Kabupaten Cirebon. Penghitungan sementara ini nantinya menjadi dasar untuk penganggaran perbaikan Taman Pataraksa di tahun 2026.

“Jadi, sebelum penyusunan DED (Detail Engineering Design) ada perhitungan sementara oleh PUTR. Karena kita berkejaran nih, lagi proses RAPBD. Tapi untuk fix kebutuhan anggaran nanti berdasarkan DED,” jelasnya.

Hendra menyebut, proses penyusunan DED ini ditargetkan mulai pada bulan Januari 2026. Setelah proses penganggaran selesai, ia memastikan pembangunan dimulai di tahun yang sama. “Setelah penganggaran kita langsung eksyen, targetnya di 2026 ada perbaikan. Itu anggaran dari APBD kabupaten kita,” tandasnya.

Rencana revitalisasi Taman Pataraksa ini merupakan instruksi Bupati Cirebon yang melihat keberadaan taman tersebut memang untuk kepentingan masyarakat. Pemkab Cirebon melihat masyarakat cukup antusias untuk memanfaatkan Taman Pataraksa dengan kegiatan olahraga, bermain bersama keluarga dan lainnya. “Kita juga sudah koordinasi dengan prokompim untuk perencanaan perbaikan taman pataraksa ini,” pungkasnya. (Ghofar)