Proton FC Gandeng IMANE Thailand, Perkuat Pembinaan Futsal Jawa Barat
KUNINGAN, (FC).- Kolaborasi Proton FC dengan IMANE Thailand terus berkembang. Kerja sama yang sebelumnya berfokus pada dukungan apparel kini diperluas dengan menyasar penguatan sumber daya manusia (SDM) futsal, mulai dari pemain, pelatih, fisioterapis hingga tenaga medis.
Perluasan kerja sama tersebut mengemuka saat Owner IMANE Thailand, Thakkhasit Jittiwaniich atau yang akrab disapa Bos Tai, melakukan kunjungan ke sejumlah kegiatan Proton FC di Kabupaten Kuningan, Jumat (14/8).
Dalam kunjungan tersebut, Bos Tai melihat langsung proses pembinaan pemain muda Proton Academy di Marshal Futsal. Setelah itu, ia melanjutkan kunjungan ke GOR Ewangga untuk menyaksikan pertandingan turnamen Proton Super Cup.
Dari hasil kunjungan tersebut, Bos Tai menilai Proton FC memiliki modal kuat untuk mengembangkan futsal secara berkelanjutan. Menurutnya, pemain muda di Jawa Barat memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atlet berkualitas.
“Fondasinya sudah ada, tetapi masih perlu didorong dan dibuat lebih baik. Saya yakin anak-anak di Jawa Barat bisa menjadi pemain yang luar biasa,” ujar Bos Tai melalui penerjemah.
Menurutnya, potensi pemain muda harus didukung dengan sistem pembinaan yang konsisten serta transfer ilmu dari pihak yang memiliki pengalaman dalam pengembangan futsal.
IMANE Thailand pun membuka peluang berbagi pengalaman dan metode pembinaan yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun untuk diterapkan bersama Proton Academy.
“Untuk akademi dan anak-anak, kami akan mencoba membawa pengetahuan yang kami miliki agar mereka berkembang. Harapannya, suatu hari nanti mereka bisa menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pemain. Pengembangan SDM di lingkungan Proton FC juga mencakup pelatih, fisioterapis, hingga tenaga medis.
Melalui kerja sama ini, mereka berpeluang mendapatkan wawasan mengenai sistem pembinaan atlet, pengelolaan pemain profesional, hingga metode penanganan cedera.
Bos Tai mengatakan, peluang pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui jaringan internasional yang dimiliki IMANE. Selain Thailand, jaringan tersebut juga terhubung dengan sejumlah negara seperti Jepang, Spanyol, dan beberapa negara Eropa.
“Bukan hanya Thailand. Mungkin bisa lebih jauh, bahkan ke Eropa,” ujarnya.
Selain transfer ilmu, IMANE Thailand tetap memberikan dukungan perlengkapan apparel bagi Proton FC untuk kebutuhan pemain dalam pertandingan maupun aktivitas lainnya.
Namun, Bos Tai menegaskan, kerja sama tersebut bukan hanya bertujuan mengejar prestasi sesaat. Menurutnya, Proton FC memiliki visi jangka panjang dalam membangun ekosistem futsal di Jawa Barat.
“Proton memiliki fondasi dan pola pikir untuk masa depan. Mereka tahu ingin membuat rencana jangka panjang, bukan hanya soal menang, tetapi mengembangkan anak-anak dan masyarakat Jawa Barat,” tuturnya.
Kolaborasi dengan Proton FC menjadi bagian dari pengembangan jaringan IMANE Thailand di Indonesia. Sebelumnya, IMANE juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah tim futsal nasional, termasuk Black Steel dan tim asal Mimika.
Kini, Proton FC menjadi salah satu klub yang masuk dalam jaringan tersebut dengan fokus pengembangan futsal secara lebih menyeluruh.
Kunjungan Bos Tai ke Marshal Futsal dan GOR Ewangga menjadi kesempatan untuk melihat langsung proses pembinaan serta kompetisi yang berjalan di Proton FC.
Dari hasil pengamatan tersebut, IMANE menilai Jawa Barat memiliki banyak talenta muda yang membutuhkan dukungan pembinaan secara berkelanjutan.
Kerja sama Proton FC dan IMANE Thailand diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetitif tim sekaligus memperkuat SDM futsal dari tingkat akademi hingga jenjang profesional.
Dengan adanya transfer ilmu dan pengalaman internasional, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis membangun ekosistem futsal yang lebih kuat di Jawa Barat. (Angga)



Tinggalkan Balasan