MAJALENGKA, (FC).– Di saat lonceng pelajaran berbunyi seharusnya pelajar sudah masuk di ruang-ruang kelas masing masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.
Namun masih ada saja segelintir pelajar justru terlihat berkumpul di sudut warung dan area publik. Pemandangan itu menjadi perhatian aparat gabungan di Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jumat (13/2).
Patroli dilakukan menyisir titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul siswa. Langkah aparat berlangsung tegas namun tetap humanis. Guru kesiswaan dari masing-masing sekolah turut dilibatkan, menciptakan suasana penertiban yang lebih edukatif daripada represif.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Plh Kapolsek Maja Iptu Brigmono Rudiantoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga ketertiban sekaligus menekan potensi kenakalan remaja.
Petugas masih menemukan sejumlah pelajar yang bolos sekolah di beberapa lokasi seperti warung dan taman. Para siswa yang terjaring tidak langsung dikenai sanksi keras, melainkan diberikan pembinaan di tempat.
“Penertiban yang dilakukan Polsek Maja dan Satpol PP ini bukan semata penindakan, tetapi pembinaan agar para pelajar kembali fokus pada kewajibannya sebagai peserta didik,” ujar Iptu Brigmono.
Kegiatan razia pelajar ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga lingkungan dan aparat.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak sekolah dinilai penting untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman dan tertib bagi generasi muda di wilayah Maja.
“Di balik patroli siang itu, pesan yang ingin ditegaskan sederhana namun kuat, masa depan pelajar dimulai dari kedisiplinan hari ini,” ujar Kapolsek Maja.
Terpisah, operasi petugas gabungan yang terdiri dari Polisi, Koramil, Satpol PP dan pihak sekolah, disambut baik warga setempat. Mereka merasa prihatin atas ulah segelintir pelajar yang sering bolos sekolah. Padahal mereka menjadi tumpuan harapan masa depan bagi kedua orang tuanya.
“Kami sangat setuju sekali adanya operasi untuk mendisiplinkan para pelajar, sehingga mereka sadar bahwa nongkrong dan bolos di saat jam sekolah adakah kurang baik dan dapat merugikan bagi pelajar itu sendiri,” ujar warga Kecamatan Maja yang mengaku bernama Muhamad. (Munadi)











































































































Discussion about this post