Pastikan Harga Beras Stabil, Bapanas dan Polres Indramayu Sidak di Pasar Tradisional dan Pasar Modern
INDRAMAYU, (FC).- Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng Satreskrim Polres Indramayu melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) mengenai harga, ketersediaan, dan kualitas beras.
Dalam sidak yang melibatkan pemerintah daerah dan Bulog tersebut, sejumlah petugas gabungan tampak menyisir sejumlah pasar tradisional hingga pasar swalayan atau ritel modern.
Mereka terlihat menyambangi kios pedagang beras di pasar tradisional, dan sektor beras di ritel modern untuk mengecek harganya sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Bahkan, para petugas juga turut mendatangi industri penggilingan beras di wilayah Kabupaten Indramayu untuk memastikan kualitas beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat sesuai standar.
Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengatakan, berdasarkan hasil sidak, harga beras di pasar tradisional maupun swalayan dipastikan tidak melebihi HET.
Selain itu, menurut dia, kualitas beras medium maupun premium juga dipastikan sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga tidak ditemukan indikasi kecurangan dalam kemasannya.
“Sidak ini untuk mengecek harga dan kualitas beras di pasaran Indramayu sesuai HET serta standar yang ditetapkan pemerintah,” kata Muchammad Arwin Bachar saat ditemui di Mapolres Indramayu, Senin (12/10).
Ia mengatakan, pengecekan pada sejumlah bagian rantai pasok juga dilaksanakan untuk mengantisipasi penimbunan dan permainan harga beras di Kabupaten Indramayu.
Pihaknya memastikan, pengawasan dan pemantauan semacam itu akan dilaksanakan secara berkala untuk menjaga kelancaran distribusi beras dari petani hingga ke masyarakat Indramayu.
Arwin pun mengingatkan, semua pihak baik pelaku usaha maupun masyarakat tidak menimbun beras yang berpotensi mengganggu stabilitas harga di pasaran, sehingga merugikan masyarakat.
“Kami akan menindak tegas setiap temuan pelanggaran hukum dari mulai penimbunan hingga seluruh praktik kecurangan yang mengganggu stabilitas harga, dan pasokan beras di Indramayu,” pungkasnya. (F-08)


Tinggalkan Balasan