INDRAMAYU, (FC).- Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Indramayu dipastikan aman menjelang musim tanam rendeng yang diperkirakan mulai berlangsung pada pekan ketiga Oktober 2026, Pupuk Kujang pun terus menyiapkan pasokan pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan para petani di Indramayu.

Terlebih, BMKG memprediksi wilayah Jawa Barat termasuk Indramayu mulai memasuki musim penghujan pada pekan ketiga Oktober 2026 yang bergerak dari area selatan menuju wilayah tengah hingga utara.

Berdasarkan data hingga 15 Oktober 2026, persediaan pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Indramayu tercatat mencapai 7.970 ton. Sementara itu stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat sebanyak 98.011,8 ton; terdiri atas pupuk urea sebanyak 69.212,7 ton dan pupuk NPK sebanyak 28.799 ton. Stok tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani dalam mempersiapkan lahan dan memulai penanaman saat kondisi cuaca mulai mendukung.

VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, mengatakan perusahaan terus menjaga ketersediaan pupuk di gudang agar petani tidak mengalami kendala pasokan ketika memasuki musim tanam.

Menurut dia, persediaan pupuk bersubsidi di gudang telah disiapkan melebihi kebutuhan untuk dua pekan ke depan. Perusahaan juga mempertahankan kegiatan produksi secara konsisten meskipun kemarau panjang membuat sebagian petani menunda masa tanam.

“Jadi para petani tak perlu khawatir, bisa segera menebus di kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Idho, Senin (19/10).

Kesiapan pasokan tersebut menjadi perhatian seiring prediksi perubahan musim di Jawa Barat. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, wilayah tersebut telah memasuki masa peralihan musim pada dasarian kedua Oktober 2026. Hujan diperkirakan mulai turun pada pekan ketiga Oktober, bergerak dari wilayah selatan menuju bagian tengah hingga utara.

Pupuk Kujang turut memastikan stok pupuk bersubsidi di tingkat provinsi tetap terjaga. Hingga 15 Oktober 2026, persediaan pupuk bersubsidi di Jawa Barat mencapai 98.011,8 ton, yang terdiri atas 69.212,7 ton urea dan 28.799 ton NPK.

Idho menyampaikan, kemarau panjang yang diwarnai tantangan fenomena El Nino menjadi ujian bagi petani. Karena itu, perusahaan berupaya menjaga keandalan rantai pasok dan kelancaran distribusi agar kebutuhan pupuk tetap terpenuhi, termasuk bagi petani di Kabupaten Indramayu.

“Pupuk Kujang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani dan memastikan para petani tidak menghadapi tantangan kemarau ini sendirian,” katanya.

Dengan persediaan pupuk yang telah disiapkan, petani di Indramayu diharapkan dapat merencanakan masa tanam dengan lebih tenang. Kelancaran distribusi dan ketersediaan pupuk menjadi faktor penting untuk mendukung produktivitas pertanian serta menjaga pasokan pangan menjelang musim tanam penghujan. (F-08)