KAB.CIREBON, (FC).- Jembatan penghubung Desa Munjul dan Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, ambruk setelah diterjang derasnya arus Sungai Cikanci, Kamis (9/2).
Peristiwa itu menyebabkan akses mobilitas dan aktivitas perekonomian warga di dua desa terputus.
Merespons kondisi tersebut, jajaran Koramil 0620/11/Astanajapura bersama Pemerintah Desa Munjul dan masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti membangun jembatan darurat, pada Minggu (15/2).
Komandan Koramil 0620/11/Astanajapura, Kapten CKE Agung Prayogo, mengatakan ambruknya jembatan dipicu meningkatnya debit Sungai Cikanci akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Astanajapura selama beberapa hari.
“Debit air meningkat drastis dan arusnya sangat deras hingga menghantam struktur jembatan yang sudah berusia hampir 40 tahun. Akibatnya jembatan ambruk dan sempat menyumbat sebagian aliran sungai,” ujarnya saat memimpin kerja bakti.
Ia menjelaskan, jembatan yang rusak sebelumnya merupakan jembatan permanen yang telah lama digunakan masyarakat sebagai akses utama penghubung kedua desa.
Untuk sementara, jembatan darurat dibangun menggunakan material kayu dan bambu agar mobilitas warga tetap berjalan.
“Kami bekerja sama dengan masyarakat membangun jembatan darurat agar akses tetap terjaga. Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai untuk pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris BPD Desa Munjul, Rokhmat, menyebut kerusakan jembatan berdampak langsung terhadap aktivitas warga.
Selain memperpanjang jarak tempuh, kondisi tersebut juga menghambat distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya.
“Jika harus memutar, waktu dan jaraknya bisa dua kali lipat lebih lama. Pedagang kesulitan membawa barang, petani tidak bisa menjangkau lahan di seberang sungai, dan siswa juga terdampak,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan, termasuk penanganan tebing sungai yang terkikis agar tidak memicu kerusakan lanjutan.
Warga dari kedua desa bersama aparat TNI tampak bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan darurat sebagai solusi sementara hingga infrastruktur permanen dibangun kembali. (Nawawi)










































































































Discussion about this post