Hasan Basori: Selamatkan Lahan Pertanian dengan Menggunakan PHC
KAB.CIREBON, (FC).- Upaya pemerintah dalam menyelamatkan lahan pertanian agar berkelanjutan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan dari pupuk kimia.
Hal tersebut dilakukan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori dengan menyalurkan bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) kepada beberapa kelompok tani di Desa Curug Wetan, Kecamatan Susukanlebak Kabupaten Cirebon, Selasa (2/9).
Hasan Basori menjelaskan, pertemuan dengan beberapa kelompok tani di Desa Curug Wetan ini merupakan pertemuan yang sudah dijadwalkan dua minggu lalu terkait usulan dari kelompok tani Desa Curug Wetan ke Pemprov Jabar, dan hari ini Pemprov Jabar melalui Kabid Hortikultura Distan Jabar dan juga berkoordinasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAD) yang berfokus pada sektor pertanian Jabar
“Hari ini mita melakukan penyaluran bantuan PHC yang telah diusulkan ke pemprov jabar dari aspirasi masyarakat dan mendapatkan bantuan PHC sebanyak 5000 liter untuk Kabupaten Cirebon,” jelasnya.
Ditambahkannya, selain melakukan penyaluran bantuan, pihaknya juga kembali menerima aspirasi dari para petani juga menghadirkan pendamping pertnaian terkait penggunaan PHC.
Dijelaskan Hasan, bahwa pemerintah saat ini sedang gencar pada keberlanjutan lahan pertanian, dimana salah satunya dengan penggunaan PHC yang didukung melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pertanian Organik.
“Ini merupakan bagian momentum reformasi kultural pertanian yang lebih mementingkan kelestarian lahan, Pemkab Cirebon juga akan mendorong hal ini,” terang Hasan.
Ditambahkan Hasan, terkait para Petani yang sudah terbiasa menggunakan pupuk dan obat kimia sehingga sulit beralih ke pupuk hayati.
Menurutnya bahwa PHC salah satu solusi yang cukup bagus dimana dengan menggunakan PHC harga lebih murah sehingga menekan biaya operasional petani.
Digambarkan Hasan Basori, untuk PHC 1000 liter bisa untuk penggunaan lahan 20 hektare, berdasarkan hasil uji teknis dipastikan ada transformasi pertanian meski tetap harus bertahap dan butuh pilot project.
Secara alnalogi, penggunaan pupuk kimia perhektar membutuhkan 5 kwintal jika dikonversikan sekitar Rp2 juta, namun dengan menggunakan PHC bisa menggunakan sekitar 5000 ml atau jika dikonversikan bisa dibawah Rp500 ribu.
“Yang sudah menggunakan PHC ada di wilayah Gunungjati, Susukanlebak, luar daerahnya seperti Karawang, dan tingkat keberhasilannya lebih bagus dari pupuk kimia, tetapi bukan berarti kami menganggap pupuk kimia tidak bagus, saya kira ini bagian solusi alternatif dan bagian dari amanat perda dalam penggunaan pupuk hayati cair,” jelasnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan