Bangun Kemandirian Warga Binaan, Lapas Kuningan Gandeng Disnaker Kembangkan Pelatihan dan UMKM
KUNINGAN, (FC).- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sinergi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan silaturahmi dan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, Selasa (27/1).
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, Kepala Disnaker Kabupaten Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen, serta jajaran staf kegiatan kerja (Giatja) Lapas.
Pertemuan tersebut menjadi momentum awal mempererat kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi kerja dan kemandirian warga binaan.
Dalam pertemuan tersebut, Lapas Kuningan memperkenalkan produk unggulan hasil karya warga binaan berupa peci peupeujeuh, yang sarat nilai kearifan lokal Kabupaten Kuningan.
Produk ini mendapat apresiasi dari Kepala Disnakertrans Kuningan, baik dari segi kualitas maupun potensi pengembangan sebagai produk UMKM.
“Kami sangat mengapresiasi hasil karya warga binaan Lapas Kuningan. Produk peci peupeujeuh ini memiliki kualitas baik dan nilai jual yang tinggi, sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai produk UMKM unggulan daerah,” ujar Guruh.
Selain itu, Lapas Kuningan juga memaparkan program pembinaan kemandirian yang telah berjalan melalui berbagai kegiatan kerja produktif di dalam lapas.
Pihak Disnaker pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi kerja warga binaan.
“Sinergi ini penting agar warga binaan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun pembinaan yang berkelanjutan serta sejalan dengan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Pembinaan kemandirian menjadi prioritas kami. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan, mental mandiri, serta kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” tegas Sukarno Ali.
Ia berharap, kolaborasi dengan Disnaker dapat segera ditindaklanjuti melalui program pelatihan terstruktur, sertifikasi kompetensi, hingga dukungan promosi produk karya warga binaan.
“Kami berharap ke depan ada program pelatihan berkelanjutan, sertifikasi kompetensi, dan dukungan pemasaran, sehingga produk warga binaan bisa semakin dikenal luas dan memberi manfaat nyata,” pungkasnya. (Angga)



Tinggalkan Balasan