KAB.CIREBON, (FC).- Ribuan warga memadati Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, saat puncak perayaan Sedekah Bumi dan Haul Sesepuh Desa, Sabtu (31/10).

Tradisi rebutan gunungan hasil bumi menjadi salah satu rangkaian yang paling menyedot perhatian masyarakat.

Gunungan berisi aneka hasil pertanian tersebut diarak dalam karnaval budaya sebelum diperebutkan warga.

Begitu prosesi selesai, masyarakat berbondong-bondong mendekati gunungan untuk mendapatkan berbagai hasil bumi yang tersedia.

Tradisi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.

Gunungan hasil bumi juga menjadi lambang harapan masyarakat agar hasil pertanian melimpah, kehidupan semakin sejahtera, serta desa senantiasa mendapat keselamatan dan keberkahan.

Kuwu Karangwangun, Taufik Islamy yang akrab disapa Kuwu Amy, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi yang harus terus dijaga karena memiliki nilai sosial dan budaya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

“Esensi Sedekah Bumi ini adalah sodaqohan warga Karangwangun, dari warga untuk warga. Kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong, kebersamaan, dan guyub,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan tahun ini tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui berbagai agenda olahraga, keagamaan, sosial, dan kebudayaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan turnamen sepak bola antarkelompok pada 24–28 Oktober 2026 di Stadion Dian Pusaka, Desa Karangwangun.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan warga.

Selanjutnya, Kamis (29/10), masyarakat mengikuti napak tilas dan ziarah ke makam Mbah Kuwu Cirebon serta Sunan Gunung Jati.

Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah akbar, istighosah, dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi desa.

Kemudian pada Jumat (30/10), halaman Kantor Desa Karangwangun menjadi lokasi pentas seni dan budaya.

Sejumlah kesenian tradisional, di antaranya tari sinden, tari topeng, dan barongan, ditampilkan untuk menghibur masyarakat sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Acara tersebut juga dimeriahkan penampilan Seliya Marcella.

Kegiatan turut melibatkan berbagai kalangan, termasuk pelajar mulai tingkat PAUD hingga SMA.

Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi dan budaya daerah sejak dini.

Kuwu Amy menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat partisipasi dan swadaya masyarakat.

Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kebersamaan masyarakat semakin kuat dan generasi muda semakin mengenal serta mencintai budaya daerahnya sendiri,” katanya.

Ia berharap Sedekah Bumi dan Haul Sesepuh Desa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Selain menjaga warisan leluhur, tradisi tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial masyarakat Karangwangun. (Nawawi)