KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon menjadikan bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian sebagai langkah cepat untuk mengatasi ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pertanian.

Bantuan tersebut diharapkan mampu menyelamatkan lahan petani dari risiko gagal panen.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan, bantuan pompa air tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi petani Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, yang sebelumnya mengeluhkan minimnya pasokan air untuk kebutuhan irigasi.

Menurut Agus yang akrab disapa Jigus, pemerintah daerah langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian setelah menerima laporan dari para petani.

“Ini bermula dari usulan para petani yang datang kepada pemerintah daerah. Alhamdulillah Pak Bupati bersama kami langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan responsnya sangat cepat sehingga bantuan ini bisa segera terealisasi,” ujar Jigus, Rabu (26/8).

Ia berharap keberadaan pompa air tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan sawah yang selama beberapa bulan terakhir mengalami kesulitan air.

“Harapannya bantuan ini bisa membantu petani agar tidak sampai mengalami gagal panen atau puso akibat kekurangan air,” katanya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 80 hingga 90 hektare lahan pertanian di Desa Geyongan terancam mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi Situ Geyongan yang membutuhkan perbaikan pada saluran inlet dan outlet.

Jigus menjelaskan, Pemkab Cirebon telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penanganan infrastruktur pengairan di Situ Geyongan.

“Untuk Situ Geyongan memang perlu ada perbaikan saluran. Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan insya Allah pekerjaan perbaikannya akan dilakukan pada bulan September,” jelasnya.

Selain Desa Geyongan, ancaman kekeringan juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), terdapat 10 kecamatan dengan total sekitar 1.849 hektare lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat.

Karena itu, Pemkab Cirebon terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari penyediaan pompa air, perbaikan jaringan irigasi, hingga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi teknis.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar petani di Kabupaten Cirebon tidak mengalami gagal panen akibat kekeringan. Termasuk mengupayakan bantuan-bantuan serupa untuk daerah lain yang membutuhkan,” tegas Jigus.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga produktivitas pertanian sekaligus melindungi pendapatan petani melalui berbagai program penanganan dampak kekeringan.

“Pertanian menjadi sektor prioritas. Semua langkah akan terus dilakukan agar ketahanan pangan tetap terjaga dan petani tidak kehilangan hasil akibat kondisi cuaca,” pungkasnya. (Johan)