UMKM Setupatok Dibekali Cara Kelola Keuangan Usaha
KAB. CIREBON, (FC).- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rumahan di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, mendapat pembekalan pencatatan keuangan sederhana dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut digelar Selasa (18/8) sebagai upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertib, mudah, dan terstruktur.
Dalam kegiatan tersebut, dosen UMC Surono dan Fitriya Sari bersama mahasiswa Rizki Maulidan memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku UMKM. Program ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha di tingkat desa.
Surono mengatakan, pencatatan keuangan menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha, terutama bagi UMKM rumahan yang selama ini masih banyak mengelola keuangan secara sederhana tanpa pembukuan yang jelas.
Menurutnya, pencatatan tidak harus menggunakan sistem yang rumit. Hal terpenting adalah pelaku usaha mampu mencatat seluruh transaksi secara rutin agar mengetahui kondisi keuangan dan perkembangan usaha.
“Pencatatan keuangan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Yang terpenting adalah pelaku usaha mampu mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran secara tertib sehingga kondisi keuangan usahanya dapat diketahui dengan lebih jelas,” ujar Surono.
Sementara itu, Fitriya Sari memberikan pemahaman terkait pentingnya pengelolaan keuangan usaha secara konsisten. Para peserta diarahkan memahami alur pencatatan transaksi harian sebagai dasar dalam mengevaluasi perkembangan bisnis.
Pelatihan tersebut dilatarbelakangi masih adanya pelaku UMKM yang belum melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sistematis. Akibatnya, sebagian pelaku usaha kesulitan mengetahui posisi keuangan maupun keuntungan yang diperoleh.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mengenai pencatatan transaksi pemasukan dan pengeluaran, penyusunan buku kas sederhana, hingga cara menghitung laba dan rugi usaha.
Materi disampaikan dengan pendekatan praktis dan disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing peserta. Tidak hanya menerima teori, para pelaku UMKM juga langsung melakukan praktik pencatatan transaksi berdasarkan aktivitas usaha yang mereka jalankan.
Mahasiswa Rizki Maulidan turut membantu proses pendampingan selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi sarana untuk menerapkan ilmu perkuliahan sekaligus memberikan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode partisipatif melalui sosialisasi, praktik, diskusi, tanya jawab, pendampingan, hingga evaluasi. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan lebih mudah memahami pentingnya administrasi keuangan dalam mengembangkan usaha.
Dari hasil kegiatan, para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pencatatan keuangan. Mereka juga mulai diarahkan untuk memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha agar pengelolaan bisnis menjadi lebih transparan dan terukur.
Dosen dan mahasiswa UMC berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM Desa Setupatok. Dengan pencatatan keuangan yang dilakukan secara konsisten, pelaku usaha diharapkan mampu mengambil keputusan bisnis berdasarkan kondisi keuangan yang lebih akurat.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi praktis bagi masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui pendampingan untuk mendukung pertumbuhan serta keberlanjutan UMKM. (Johan)



Tinggalkan Balasan