KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, melakukan pengurasan dan pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang mengalami over kapasitas hingga meluber ke badan jalan, Selasa (3/3).
Pengurasan dilakukan menyusul keluhan warga terkait tumpukan sampah yang menggunung dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Kondisi tersebut juga dinilai mengganggu aktivitas masyarakat karena sebagian sampah meluas hingga ke jalan, terutama di tengah musim penghujan.
Kuwu Weru Lor, Hasan Bisri, mengatakan volume sampah di TPS tersebut telah melebihi batas maksimal sehingga pemerintah desa mengambil langkah cepat untuk membersihkannya.
“Banyak keluhan dari warga karena baunya menyengat dan sampah sampai ke jalan. Kami khawatir bisa menimbulkan penyakit,” ujar Hasan.
Ia menjelaskan, berdasarkan temuan di lapangan, sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari rumah tangga warga Weru Lor.
Sebagian di antaranya diduga berasal dari luar desa, termasuk dari aktivitas Pasar Pasalaran.
Menurut Hasan, terdapat pedagang yang membuang sampah ke TPS Weru Lor, meski telah membayar retribusi kebersihan kepada pengelola pasar.
Ia menyebut, pembuangan sampah kerap dilakukan pada malam hari saat kondisi sepi.
“Sudah sering ditegur warga, tetapi masih dilakukan,” katanya.
Dalam proses pengurasan, Pemerintah Desa Weru Lor berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon. Namun, karena adanya penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pengangkutan sampah dilakukan selama dua hari.
Pemerintah desa berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui dinas terkait untuk penanganan sampah secara berkelanjutan.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan guna menjaga kebersihan lingkungan. (Johan)











































































































Discussion about this post