TPS Desa Gebang Overload, DLH Turunkan 15 Armada Lakukan Pengurasan Darurat
KAB.CIREBON, (FC).– Kondisi darurat sampah terjadi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. TPS sementara tersebut dilaporkan mengalami kelebihan kapasitas (overload), memaksa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon melakukan pengurasan total pada Selasa (20/1).
Langkah taktis ini diambil menyusul lonjakan volume sampah rumah tangga dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tidak lagi tertampung. Tumpukan sampah sempat menggunung hingga mendekati badan jalan, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Pantauan di lokasi menunjukkan belasan armada pengangkut sampah dikerahkan secara intensif. Material sampah diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna menghindari meluasnya gangguan kenyamanan warga di sekitar TPS.
Sekretaris Desa (Sekdes) Gebang, Tardi, menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi program prioritas Pemerintah Desa (Pemdes) Gebang. Namun, ia mengakui tantangan serius yang kini membayangi keberlanjutan penanganan sampah di tingkat desa.
“Permasalahan sampah tetap menjadi prioritas kami. Tetapi harus kami sampaikan secara terbuka, program penanganan sampah tahun ini terancam terhambat akibat kebijakan efisiensi Dana Desa (DD) tahun 2026,” ujar Tardi.
Kendati demikian, Pemdes Gebang tidak ingin menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan stagnasi. Menurut Tardi, pihaknya tengah menyusun ulang strategi dengan memaksimalkan sisa anggaran, mendorong partisipasi masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kami akan lebih serius mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Sinergi dengan DLH juga akan kami perkuat. Pengurasan massal hari ini menjadi bukti bahwa koordinasi yang baik mampu menghadirkan solusi cepat di tengah keterbatasan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, melalui petugas DLH Wilayah Timur, Aiman, mengungkapkan bahwa tingginya volume sampah di Desa Gebang tidak lepas dari kepadatan penduduk yang tinggi. Ia juga mengakui adanya kendala teknis di tingkat TPA dalam beberapa pekan terakhir yang berdampak pada ritme pengangkutan sampah di desa-desa.
“Kami akui ada kendala teknis di TPA yang sempat menghambat layanan angkutan. Saat ini kami fokus menyelesaikan persoalan TPS desa satu per satu. Untuk Gebang, kondisinya sudah sangat overload dan tidak bisa ditunda,” kata Aiman.
Guna menuntaskan persoalan dalam waktu singkat, DLH menerjunkan kekuatan penuh dengan menurunkan 15 armada pengangkut sampah secara bersamaan. “Target kami jelas, berapapun volumenya, pengurasan TPS Gebang harus tuntas hari ini,” tegasnya.
DLH juga kembali mendorong pemerintah desa agar mulai mengembangkan sistem pengelolaan sampah mandiri. Menurut Aiman, upaya pengurangan sampah melalui pemilahan, bank sampah, maupun pengolahan skala desa menjadi kunci untuk menekan beban TPS dan TPA yang kian berat.
“Kami terus membangun koordinasi agar desa mampu mengelola sampahnya sendiri. Idealnya, sebagian besar sampah bisa diselesaikan di desa. Dukungan desa dalam pengaturan jadwal pembuangan dan pemilahan sangat menentukan kelancaran kerja di lapangan,” pungkasnya.
Dengan rampungnya pengurasan darurat ini, diharapkan kondisi kebersihan dan estetika lingkungan Desa Gebang kembali normal. Namun demikian, persoalan sampah masih menuntut solusi jangka panjang yang berkelanjutan, terutama di tengah keterbatasan anggaran desa akibat kebijakan efisiensi. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan