Sekda Kuningan Minta PGRI Turut Atasi Persoalan Pendidikan Daerah
KUNINGAN, (FC).- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ikut berperan aktif membantu pemerintah daerah mengatasi berbagai persoalan pendidikan.
Salah satu perhatian utama adalah rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Kuningan yang masih berada di angka 7,92 tahun.
Pesan tersebut disampaikan Uu saat mewakili Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam Seminar Nasional Pendidikan di Auditorium SMK Negeri 3 Kuningan, Selasa (27/10).
Menurut Uu, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dibutuhkan keterlibatan organisasi profesi guru, Kementerian Agama, serta berbagai unsur masyarakat untuk memperluas akses pendidikan dan mendorong keberlanjutan sekolah bagi peserta didik.
“Pendidikan di Kabupaten Kuningan ini masih banyak pekerjaan rumahnya. Salah satunya rata-rata lama sekolah yang masih di luar target. Mudah-mudahan saya minta kepada PGRI dan jajarannya membantu Dinas Pendidikan agar target rata-rata lama sekolah ini bisa tercapai,” ujar Uu.
Ia berharap PGRI dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, tetapi juga dalam mendorong kemajuan pendidikan secara menyeluruh.
Selain persoalan akses pendidikan, Uu menyoroti tantangan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ia mengingatkan agar para pendidik terus meningkatkan kompetensi dan tidak berhenti belajar mengikuti perubahan zaman.
“Jangan sampai peserta didik kita lebih cepat menguasai teknologi daripada gurunya, bukan karena gurunya tidak mampu, melainkan karena gurunya tidak lagi bersedia belajar,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Uu.
Menurutnya, penguasaan teknologi penting untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, peran guru dalam membangun karakter, menanamkan akhlak, serta memberikan keteladanan kepada peserta didik tetap tidak tergantikan.
Seminar yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Kuningan tersebut mengusung tema Memperkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru Melalui Pengembangan Karier, Peningkatan Kesejahteraan dan Pemahaman Regulasi Pendidikan Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat.
Forum tersebut juga menjadi ruang pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi tenaga pendidik, mulai dari kesejahteraan, pencairan tunjangan profesi guru (TPG), kepastian status kepegawaian PPPK, hingga pengembangan karier dan jabatan fungsional.
Persoalan administrasi data pendidikan melalui Dapodik, kebutuhan pengawas sekolah, mekanisme kenaikan pangkat, serta pemenuhan formasi jabatan juga menjadi perhatian dalam diskusi.
Pemerintah Kabupaten Kuningan turut menaruh perhatian terhadap pembiayaan PPPK, termasuk PPPK paruh waktu, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Kepastian kebijakan dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan tugas dan profesionalisme tenaga pendidik.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, diharapkan terus memperkuat komunikasi antara organisasi profesi dan pemerintah agar aspirasi guru dapat ditampung dan ditindaklanjuti secara konstruktif.
Ketua Panitia, Surya, mengatakan antusiasme guru terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Pendaftaran peserta secara daring bahkan telah terpenuhi dalam waktu sekitar dua jam.
Seminar dikemas dalam format diskusi dan talkshow agar para peserta dapat berdialog langsung dengan narasumber mengenai regulasi pendidikan, kesejahteraan, serta pengembangan karier guru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, Sugito Adiwarsito, Ketua Pengurus Besar PGRI Dudung Abdul Qodir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Carlan, serta jajaran pengurus PGRI dan guru dari berbagai wilayah.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan PGRI, peningkatan mutu pendidikan diharapkan tidak hanya berfokus pada kompetensi guru, tetapi juga pada perluasan akses pendidikan dan peningkatan keberlanjutan sekolah. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kuningan. (Angga)


Tinggalkan Balasan