MAJALENGKA, (FC).- Warga Kabupaten Majalengka di sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti jenis Pertalite dan bio solar.

Pantauan di sejumlah SPBU rata rata kehabisan stok BBM dengan memasang tulisan ‘Pertalite Habis’.

Sementara di sejumlah SPBU, mobil tangki terlihat tengah memasok BBM ke tangki penyimpanan SPBU. Meski demikian, sejumlah pengendara masih dilayani untuk mengisi BBM karena telah mengantre sebelum proses pengisian berlangsung.

Seorang pengendara mobil bak terbuka, Nurhasan, mengaku mengalami kesulitan mencari BBM selama empat hari terakhir. Dia menyebut beberapa SPBU yang biasa didatangi dalam kondisi kosong.

“Sekarang lagi sulit banget cari pertalite. Saya menyusuri sejumlah di SPBU dari Simpeureum, Jatiwangi dan Jatipamor. Dan alhamdulillah di SPBU Jatipamor pertalite ada stok, walaupun harus mengantre panjang,” ujar Nurhasan, Selasa (27/10).

Dikatakan Nurhasan, saat ini setiap mengisi BBM dipastikan harus sabar, karena antrean yang cukup panjang, berbeda dengan hari hari sebelumnya. Jika biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, kini dia harus menunggu lebih dari setengah jam.

“Sekarang isi BBM bisa sampai setengah jam lebih. Biasanya lancar, paling lama antre 10 menit,” ujarnya.

Dia berharap pelayanan pengisian BBM bisa kembali lancar sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengantre.

“Kalau bisa ke depannya agak lebih cepat. Pengisian di pom bensinnya lancar,” ucapnya.

Sementara itu, penanggung jawab SPBU Jatipamor, Fahmi Ulum, mengatakan antrean panjang yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi SPBU lain yang kosong. Akibatnya, pengendara beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan BBM.

“Kalau menurut saya, SPBU sebelah ada yang kosong. Kalau SPBU sebelah kanan dan kiri ada BBM, biasanya enggak antre, seperti sekarang ini,” kata Fahmi.

Fahmi menjelaskan, pengiriman BBM ke SPBU Jatipamor masih berlangsung setiap hari. Namun, dalam beberapa hari terakhir, pengiriman mengalami keterlambatan.

Dia menyebut, perjalanan pengiriman BBM yang biasanya memakan waktu sekitar tiga jam kini bisa mencapai lima jam. Meski begitu, keterlambatan tersebut masih dalam hitungan jam, bukan sampai berhari-hari.

“Biasanya dari depot sampai ke sini sekitar tiga jam. Sekarang perjalanan bisa lima jam. Tapi enggak sampai berhari-hari, paling keterlambatannya hitungan jam,” jelasnya.

Fahmi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pengiriman tersebut. Dia belum bisa memastikan apakah kendala terjadi di perjalanan atau pada proses lainnya.

“Ya keterlambatan ini kurang tahu juga ya,” singkatnya.

Di sisi lain, Fahmi menyebut jumlah pembeli di SPBU Jatipamor mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat persediaan BBM lebih cepat habis, terutama ketika SPBU lain di sekitarnya kosong.

“Iya, meningkat,” ucapnya.

Untuk Pertalite, SPBU Jatipamor menerima pasokan sekitar 8.000 liter per hari. Menurut Fahmi, persediaan pertalite, pertamax, dan solar di SPBU tersebut dipastikan masih aman.

“Kalau stok sih aman. Pengiriman setiap hari ada, cuma agak telat,” pungkasnya. (Munadi)