BKPSDM Petakan Kompetensi 513 ASN Cirebon melalui Profiling
KAB.CIREBON, (FC).- Sebanyak 513 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengikuti pemetaan kompetensi dan potensi yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan penerapan manajemen talenta untuk mendukung pembinaan karier dan pengisian jabatan.
Kepala Bidang Pengembangan Karier dan Kepangkatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Prio Ilham Muttaqien, mengatakan pemetaan tersebut menyasar 31 pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat struktural eselon III dan IV.
Peserta lainnya merupakan pejabat fungsional yang belum pernah mengikuti asesmen serupa.
“Untuk pemetaan saat ini difokuskan pada level jabatan dan kompetensi yang sekarang. Tujuannya ke depan, karena kita sudah menerapkan manajemen talenta dan per 1 Oktober instrumennya harus menggunakan milik BKN, maka data kompetensi itu harus ada semua,” ujar Prio, Selasa (27/10).
Menurutnya, sebagian ASN sebelumnya telah mengikuti asesmen secara mandiri. Data hasil penilaian untuk sejumlah kelompok pegawai, mulai dari pejabat eselon III dan IV, pelaksana, hingga pejabat fungsional madya, juga telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN).
Namun, ASN yang belum memiliki data profil kompetensi dan potensi tetap harus mengikuti pemetaan. Termasuk di dalamnya pejabat yang baru dilantik melalui proses mutasi maupun promosi. Pengecualian diberikan kepada pegawai yang akan memasuki masa pensiun pada tahun depan.
Prio menjelaskan, profiling tersebut pada dasarnya serupa dengan uji kompetensi untuk mengetahui potensi dan kompetensi ASN sebagai bahan pertimbangan dalam penempatan jabatan.
Penilaian manajemen talenta mencakup dua aspek utama, yakni kinerja dan potensi. Aspek kinerja meliputi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), penghargaan, serta penilaian 360 derajat. Sementara aspek potensi mencakup kualifikasi dan nilai kompetensi.
“Tujuannya untuk mencari nilai potensi dan kompetensinya sebagai bahan pengisian jabatan ke depan. Metode yang digunakan ada yang melalui Assessment Center maupun metode CAT (Computer Assisted Test) yang diselaraskan dengan program BKN,” jelasnya.
Pelaksanaan pemetaan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang, dengan dua sesi setiap hari, yakni pagi dan siang. Peserta mengikuti asesmen secara bertahap berdasarkan kelompok jabatan dan golongan.
Melalui kegiatan ini, BKPSDM berharap data kompetensi dan potensi ASN dapat terdokumentasi secara menyeluruh dalam sistem kepegawaian. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam pembinaan karier serta penempatan pegawai sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. (Ghofar)


Tinggalkan Balasan