KUNINGAN, (FC).– Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi generasi muda, termasuk kalangan santri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, santri di Kabupaten Kuningan dibekali keterampilan digital marketing dan pemanfaatan AI agar mampu berkarya, mengembangkan usaha, serta bersaing di era digital.

Pembekalan itu diwujudkan melalui pelatihan Digital Marketing dan AI bertajuk “Santri Melek Digital” yang berlangsung di Aula Kantor Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Sabtu (24/10). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Kuningan, Nana Suhendra, hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Nana menekankan empat pilar literasi digital yang perlu dikuasai santri, yakni kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.

Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi harus diimbangi dengan kecakapan memilah informasi, menjaga keamanan data pribadi, serta membangun interaksi yang sehat di ruang digital.

Santri juga diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Ruang digital harus menjadi sarana untuk memperkuat persatuan, menyebarkan kebaikan, dan membangun kolaborasi. Karena itu, santri perlu membiasakan diri menyaring informasi sebelum membagikannya serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi memecah belah masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi literasi digital.

Selain literasi digital, peserta juga mendapat materi praktis dari Co-Founder Brocuan.id, Mohamad Fikry Maulana. Ia membekali peserta dengan pengetahuan mengenai digital marketing dan pemanfaatan AI untuk mendukung kreativitas, produksi konten, serta promosi usaha.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi santri untuk memperkenalkan produk pesantren, memperluas jangkauan pemasaran, dan mengembangkan potensi usaha lokal melalui platform digital.

Camat Kramatmulya, Neneng Nurlaela Sari, yang membuka kegiatan tersebut, berharap pelatihan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi dan menumbuhkan semangat berwirausaha.

Kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan pondok pesantren, madrasah, remaja masjid, dan pemuda desa. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kramatmulya, Muslimat NU, serta sejumlah mitra terkait.

Ketua panitia pelaksana, Muhammad Rifkhan, bersama Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kramatmulya, Cece Badarudin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membekali generasi muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Melalui pelatihan ini, santri diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara kreatif dan produktif, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, etika, serta semangat kebangsaan. (Angga)