Sebulan Mengabdi, KKN Kolaboratif 3 Tinggalkan Kenangan di Desa Gewok
KUNINGAN, (FC).- Setelah menjalani pengabdian selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa KKN Kolaboratif 3 resmi mengakhiri kegiatan di Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Perpisahan berlangsung penuh haru dalam acara penutupan KKN yang digelar di Lapang Desa Gewok, Jumat (14/8) malam.
Acara tersebut dihadiri Pemerintah Desa Gewok, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat, anak-anak, ibu-ibu PKK, perangkat desa, serta mahasiswa KKN Kolaboratif 3.
Rangkaian malam perpisahan dikemas dengan berbagai kegiatan, mulai dari sambutan, pemutaran video profil Desa Gewok, hingga dokumentasi perjalanan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.
Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan dari anak-anak, ibu-ibu PKK, perangkat desa, serta prolog yang dibawakan mahasiswa KKN. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi gambaran kebersamaan yang terbangun selama mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat.
Ketua KKN Kolaboratif 3 Desa Gewok, Artman Muhammed Laugis, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendukung berbagai program mahasiswa selama berada di Desa Gewok.
“Selama satu bulan di Desa Gewok, kami mendapatkan begitu banyak ilmu, pengalaman, dan pelajaran kehidupan. Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi pulang membawa banyak cerita dan kenangan,” ujar Artman.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan kegiatan pengabdian terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.
Kepala Desa Gewok, Iis Agustiani, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai mampu menjalankan program sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan mahasiswa di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan sosial telah memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Gewok.
“Kami sangat mengapresiasi semangat, kepedulian, dan kebersamaan adik-adik mahasiswa selama berada di Desa Gewok. KKN bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar dari masyarakat dan membangun kebersamaan,” ungkap Iis.
Ia berharap berakhirnya masa KKN tidak memutus hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa dengan masyarakat.
“Walaupun KKN ini berakhir, kami berharap silaturahmi tidak ikut berakhir. Kalian mungkin datang sebagai mahasiswa KKN, tetapi selama di sini kalian sudah menjadi bagian dari keluarga Desa Gewok,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua BPD Desa Gewok, Juhana, S.Sos. Ia menilai kehadiran mahasiswa selama satu bulan memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi masyarakat maupun pemerintah desa.
“Kami juga banyak mendapatkan ilmu dari adik-adik mahasiswa. Mudah-mudahan apa yang sudah dibangun selama satu bulan ini terus memberikan manfaat. Setelah KKN selesai, jangan lupakan Desa Gewok dan semoga hubungan yang sudah terjalin tetap berlanjut,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa KKN Kolaboratif 3, Ahmad Novaldi, mengaku momen perpisahan menjadi pengalaman yang penuh kesan.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat hingga acara ini bisa berjalan dengan sukses. Jujur, saya merasa sangat terharu melihat kebersamaan malam ini,” ungkap Ahmad.
Ia berharap seluruh program yang telah dilaksanakan mahasiswa dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Gewok.
“Semoga apa yang telah kami lakukan selama KKN dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan baik bagi masyarakat Desa Gewok,” tambahnya.
Malam perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian KKN Kolaboratif 3 di Desa Gewok. Meski mahasiswa telah meninggalkan desa, hubungan baik dan silaturahmi yang terbangun selama kegiatan berlangsung diharapkan tetap terjaga. (Angga)



Tinggalkan Balasan