Ribuan Warga Serang Meriahkan Tradisi Ngunjung Buyut Ki Agus Jaka
KAB. CIREBON, (FC).- Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, untuk menyaksikan arak-arakan tradisi Ngunjung Buyut Ki Agus Jaka, Minggu (8/11).
Kegiatan tahunan tersebut menjadi wujud kebersamaan masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.
Iring-iringan arak-arakan mengelilingi wilayah desa dengan menampilkan berbagai kreasi masyarakat. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah tersebut.
Tradisi Ngunjung Buyut Ki Agus Jaka diawali dengan ziarah ke makam tokoh yang diyakini sebagai leluhur sekaligus pendiri Desa Serang. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, tawasul, dan doa bersama.
Kuwu Desa Serang, Risdianto, mengatakan, Ngunjung Buyut bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi memiliki nilai edukasi dan sosial dalam mengenalkan sejarah serta budaya leluhur kepada generasi muda.
“Jika tidak dijaga bersama, tradisi ini bisa hilang. Ngunjung Buyut adalah sarana menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian tradisi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Selain menjaga identitas desa, kegiatan tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya.
“Pelestarian tradisi bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tetapi seluruh masyarakat. Ini bagian dari menjaga identitas Desa Serang agar tidak kehilangan karakter budayanya,” katanya.
Selain ziarah dan arak-arakan, kegiatan juga dimeriahkan pentas seni tradisional, pertunjukan sandiwara, serta hiburan rakyat. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga keberadaan kesenian lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan semangat gotong royong. Pembiayaan kegiatan bersumber dari swadaya masyarakat melalui iuran warga yang dikoordinasikan panitia desa.
Lebih dari sekadar perayaan budaya, Ngunjung Buyut Ki Agus Jaka juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan memperkuat solidaritas masyarakat.
Melalui tradisi tersebut, warga Desa Serang berharap warisan budaya leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya di tengah perkembangan zaman. (Johan)



Tinggalkan Balasan