KAB. CIREBON, (FC).- Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-52 tingkat Kabupaten Cirebon Tahun 2026 di Buntet Pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Sabtu (7/11) malam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Cirebon.

Agus mengatakan, MTQH tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk mencari qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan sarana syiar Islam sekaligus wadah menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Hadits.

“MTQH merupakan sarana syiar Islam, wahana pembinaan generasi Qur’ani, serta momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Hadits,” ujarnya.

Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak cukup diwujudkan melalui kemampuan membaca dan melantunkannya dengan indah.

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun pemerintahan.

Ia berharap MTQH ke-52 mampu memperkuat karakter masyarakat Kabupaten Cirebon yang religius, berakhlak mulia, toleran, serta menjunjung tinggi kebersamaan.

Agus juga menekankan pentingnya pembinaan Al-Qur’an sejak usia dini, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

Melalui pembinaan tersebut, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berprestasi, dan memiliki akhlakul karimah.

Kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan seluruh pemangku kepentingan, ia meminta pembinaan tilawatil Qur’an dan Hadits dilakukan secara berkelanjutan, terarah, dan berjenjang.

Dengan demikian, MTQH tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan, tetapi juga mampu melahirkan kader terbaik untuk mewakili Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi hingga nasional.

Agus turut mengingatkan dewan hakim dan panitera agar menjalankan tugas secara profesional, jujur, adil, dan objektif. Sementara peserta diminta menunjukkan kemampuan terbaik serta menjunjung tinggi sportivitas.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Slamet, mengapresiasi keluarga besar Buntet Pesantren yang telah menyediakan tempat penyelenggaraan MTQH ke-52.

Ia berharap pelaksanaan MTQH tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.

“Mudah-mudahan di tempat yang berkah ini MTQ pada tahun ini tidak hanya kita laksanakan secara seremonial, tetapi juga bisa masuk ke hati masyarakat sehingga masyarakat Kabupaten Cirebon terbentuk menjadi masyarakat yang Qurani,” ungkapnya.

Slamet juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap penyelenggaraan MTQH di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat.

“Satu sisi anggaran kita sedang efisiensi besar-besaran. Tetapi alhamdulillah dengan semangat Cirebon yang religius, MTQ tingkat Kabupaten Cirebon bisa terlaksana dengan megah,” tuturnya.

Kepada seluruh peserta kafilah, Slamet berpesan agar tidak hanya mengejar piagam dan piala, tetapi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Bawalah ke rumah tidak hanya membawa piagam dan piala saja, karena piagam dan piala hanya akan tersimpan di lemari. Tetapi bawalah Al-Qur’an dalam hati kalian masing-masing ke mana pun pergi, karena dengan Al-Qur’an inilah akan membentuk generasi yang Qurani dengan akhlak yang karimah,” ujarnya. (Ghofar)