KAB.CIREBON (FC).- Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, warga Kabupaten Cirebon dihantui kekhawatiran cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan longsor. Sejumlah wilayah rawan genangan kembali siaga menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Rafi, warga Babakan, Kecamatan Sumber, mengaku rasa aman semakin berkurang setelah wilayahnya beberapa kali terdampak banjir dan longsor yang diduga berkaitan dengan kerusakan kawasan Bukit Plangon.
“Tinggal di bawah kaki bukit sekarang rasanya tidak nyaman. Kemarin banjir dan longsor datang karena imbas bukit yang rusak. Kalau hujan besar lagi, kami takut terulang,” ujarnya, Kamis (19/2).
Kekhawatiran serupa disampaikan Nurhidayat, warga Kecamatan Tengahtani. Ia mengaku cemas jika banjir kembali terjadi saat waktu berbuka puasa atau menjelang sahur.
“Sudah capek puasa, masih harus beresin rumah karena banjir. Itu yang kami takutkan, apalagi wilayah perumahan kami langganan banjir,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, menyampaikan bahwa sejak awal Februari 2026 hingga pekan ketiga, potensi cuaca ekstrem meningkat sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Menurutnya, setelah periode tersebut, Kabupaten Cirebon biasanya memasuki masa pancaroba.
Pada fase ini, potensi angin kencang hingga puting beliung kerap terjadi dan dapat berlangsung hingga Mei mendatang. Kondisi tersebut sering disebut sebagai kemarau basah, terutama jika tidak dipengaruhi siklon besar.
Ia menjelaskan, secara geografis Kabupaten Cirebon berada di pesisir utara Jawa Barat dengan garis pantai sekitar 54 kilometer dan luas wilayah 990,36 kilometer persegi, mencakup 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan. Kondisi tersebut menjadikan daerah ini rentan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi.
BPBD mencatat sedikitnya sembilan potensi bencana yang perlu diwaspadai, yakni banjir, tanah longsor, rob, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan Gunung Ciremai, banjir bandang, serta gempa bumi.
Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga mengeluarkan peringatan dini cuaca.
Berdasarkan prakiraan 17–19 Februari 2026, sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Cirebon, berpotensi mengalami hujan yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
“Peringatan ini menjadi pengingat agar masyarakat tetap siaga. Kami mengimbau warga di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Syamsul.
Di tengah meningkatnya potensi bencana, warga berharap Ramadan tahun ini dapat berlangsung aman tanpa gangguan banjir maupun longsor. (Johan)










































































































Discussion about this post